ORARI Lokal Kota Surakarta Gelar Muslok ke-15, Bahas Masa Depan Sekretariat hingga Pemilihan Ketua Baru

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Surakarta menggelar Musyawarah Lokal (Muslok) ke-15 dengan mengusung tema “Bersatu Berkarya Mendunia”, Minggu (31/5/2026) di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta Loji Gandrung.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin tiga tahunan tersebut menjadi forum evaluasi kepengurusan, penyusunan program kerja, sekaligus pemilihan ketua dan pengurus baru untuk periode berikutnya.

Ketua Pelaksana Muslok ke-15 ORARI Lokal Kota Surakarta, YB2RES Dr. Efi Husaini, mengatakan musyawarah lokal merupakan amanat organisasi yang wajib dilaksanakan setiap tiga tahun sekali.

“Hari ini kita bisa melaksanakan Musyawarah Lokal ke-15. ORARI Kota Surakarta sudah ada sejak tahun 1960-an sampai sekarang. Musyawarah lokal ini merupakan agenda rutin setiap tiga tahun sekali, di mana pada muslok akan diminta pertanggungjawaban kepada pengurus, kemudian dilakukan pemilihan pengurus baru, ketua baru, dan juga pembahasan rencana kerja,” papar Dr. Efi Husaini.

Dr. Elfi menjelaskan, ORARI memiliki peran penting dalam mendukung komunikasi darurat, bantuan komunikasi kemasyarakatan, serta pengembangan keterampilan teknik radio bagi para anggotanya.

“ORARI bergerak untuk bantuan komunikasi, kemudian pengembangan keterampilan komunikasi, juga keterampilan dalam rangka teknik radio dan lain-lain. Sehingga kegiatan muslok ini merupakan tuntutan organisasi dan menjadi kegiatan rutin yang harus dilakukan setiap tiga tahun,” katanya.

Menurutnya, kepengurusan ORARI membutuhkan sosok yang tidak hanya memiliki kemampuan organisasi, tetapi juga komitmen dan waktu untuk mengabdikan diri bagi organisasi.

“Untuk menjadi ketua juga harus mengerti bahwa tidak semua anggota mempunyai waktu, mempunyai kemampuan, dan mempunyai kelonggaran untuk berorganisasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua ORARI Lokal Kota Surakarta periode sebelumnya, YC2BOF Sumartono Hadinoto, mengatakan Muslok ke-15 menjadi momentum penting untuk mencari solusi atas berbagai tantangan organisasi, terutama terkait keberlangsungan sekretariat.

“Poin penting dalam muslok kali ini adalah melalui sidang-sidang komisi kami berharap anggota bisa memberi masukan terkait masalah sekretariatan. Sejak berdiri, ORARI selalu memiliki sekretariat, walaupun awalnya menumpang. Saat ini kami mendapat pinjaman tempat dari Pemerintah Kota Surakarta sehingga kegiatan organisasi dapat berjalan dengan baik,” jelas Sumartono.

Namun, menurutnya, keberadaan sekretariat membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit, sementara sumber pendapatan organisasi masih terbatas.

“Iuran anggota hanya Rp3.000 per bulan dan jumlah anggota aktif saat ini tinggal 186 orang. Biaya sekretariat meliputi listrik, telepon, internet, dan kebutuhan lainnya. Selama ini kekurangan biaya ditutupi dari gotong royong anggota dan berbagai kegiatan yang menghasilkan surplus untuk menutup pengeluaran,” bebernya.

Karena itu, pihaknya menawarkan beberapa alternatif kepada anggota untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah organisasi ke depan.

“Kami berharap anggota bisa memberikan pilihan. Apakah tetap mempertahankan sekretariat dengan semangat gotong royong, melakukan efisiensi yang lebih besar, atau tanpa sekretariat. Namun tanpa sekretariat juga banyak konsekuensinya, terutama untuk pengurusan administrasi, kegiatan organisasi, dan penyimpanan peralatan radio,” urai Martono.

Sumartono berharap musyawarah lokal kali ini dapat menghasilkan ide-ide baru dan terobosan yang mampu membawa ORARI Surakarta semakin maju.

“Kami berharap Muslok ke-15 ini menjadi momentum refreshment dan lahirnya ide baru sehingga kepengurusan yang terpilih nanti bisa menjalankan amanah anggota dengan terobosan-terobosan baru agar ORARI tetap maju, kebersamaan tetap terjaga, dan bisa mendunia serta memberikan dampak bagi anggota maupun masyarakat,” tegasnya.

Apresiasi terhadap pelaksanaan Muslok juga disampaikan Wali Kota Surakarta melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Kota Surakarta, Lusia Sari Murniati.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan penghargaan atas dedikasi ORARI yang selama ini aktif mendukung masyarakat dan pembangunan daerah.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar ORARI yang selama ini telah menunjukkan dedikasi, semangat pengabdian, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Musyawarah lokal merupakan forum penting dalam kehidupan organisasi, selain menjadi sarana evaluasi program kerja dan penyusunan arah organisasi ke depan,” demikian sambutan Wali Kota yang dibacakan Kadis Kominfo Lusia.

Musyawarah, lanjut Lusia, juga merupakan wujud pelaksanaan demokrasi organisasi yang menjunjung kebersamaan, keterbukaan, dan tanggung jawab.

“Oleh karena itu, kami berharap Muslok ke-15 ORARI Lokal Surakarta dapat menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang mampu memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota, serta memperluas kontribusi ORARI bagi masyarakat,” lanjutnya.

Dukungan juga datang dari Ketua ORARI Daerah Jawa Tengah, YB2BZ JB. Praharto. Ia menilai pelaksanaan Muslok ke-15 ORARI Lokal Surakarta berjalan sangat baik dan sesuai dengan ketentuan organisasi yang berlaku.

“Muslok ke-15 ORARI Kota Surakarta kali ini lengkap sekali dan mengikuti aturan organisasi yang berlaku. Saya ingin menjadikan Muslok ke-15 ORARI Kota Surakarta sebagai barometer ORARI lokal di Jawa Tengah,” ujar JB. Praharto.

Melalui Muslok ke-15 yang mengusung tema “Bersatu Berkarya Mendunia”, ORARI Lokal Kota Surakarta berharap mampu melahirkan kepengurusan baru yang solid, inovatif, dan mampu menjawab tantangan organisasi di era digital, sekaligus terus memperkuat peran ORARI dalam pelayanan komunikasi dan pengabdian kepada masyarakat.