KARANGANYAR, MettaNEWS – Mahasiswa Magang Hibah Pembelajaran Berdampak Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan pembelajaran keagamaan yang inklusif bagi siswa tunarungu melalui kegiatan Pondok Ramadhan di SLB-B Pawestri.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 9–11 Maret 2026 itu menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pendidikan agama bagi murid berkebutuhan khusus.
Mengusung tema “Petualangan Iman di Bulan Ramadhan”, kegiatan dirancang untuk meningkatkan pemahaman agama Islam sekaligus menanamkan nilai-nilai islami kepada siswa tunarungu dengan pendekatan yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Mahasiswa menghadirkan berbagai aktivitas interaktif seperti pelatihan ibadah mahdhah, permainan edukatif tebak kata, kajian islami, berbagi takjil, hingga buka puasa bersama keluarga besar sekolah.
Program tersebut dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi anak tunarungu dalam memahami konsep abstrak dan bahasa, termasuk pemaknaan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pendekatan visual dan praktik langsung dipilih agar materi lebih mudah diterima siswa.
Selain meningkatkan religiusitas, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan empati, kemampuan bersosialisasi, dan kepedulian sosial di bulan Ramadhan.
Dalam sesi kajian, Tardy menekankan pentingnya penanaman nilai islami sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
“Penanaman nilai Islami bukan hanya dilakukan di sekolah, lingkungan rumah juga sangat mempengaruhi. Orang tua harus menjadi contoh yang baik dengan mengajak anak ke masjid, berperilaku baik, dan mengajak keluarga dalam kebaikan,” ujarnya.
Kegiatan Pondok Ramadhan ini mendapat respons positif dari para siswa dan guru. Mahasiswa menilai program tersebut mampu meningkatkan pemahaman keagamaan serta membentuk perilaku positif siswa tunarungu, terutama dalam praktik ibadah sehari-hari.
Program ini juga mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin keempat tentang pendidikan berkualitas dan poin kesepuluh mengenai pengurangan ketimpangan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap siswa tunarungu dapat semakin meningkatkan ibadah, memperkuat akidah, serta tumbuh menjadi pribadi yang mampu menjadi teladan di masa depan.








