Mahasiswa UNS Ajarkan Bahasa Isyarat di SLB Pawestri, Bangun Jembatan Komunikasi untuk Murid Tunarungu

oleh
oleh

KARANGANYAR, MettaNEWS – Upaya membangun komunikasi yang inklusif bagi murid tunarungu dilakukan mahasiswa magang Hibah Pembelajaran Berdampak Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui seminar pelatihan bahasa isyarat di SLB-B Pawestri, Senin (2/4/2026).

Kegiatan bertema “Belajar Isyarat, Membangun Jembatan Komunikasi” itu digelar sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan komunikasi inklusif bagi murid tunarungu.

Seminar menghadirkan narasumber ahli bahasa isyarat dari Pusbisindo Jawa Tengah dengan peserta yang terdiri dari orang tua murid, guru, hingga masyarakat sekitar sekolah.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan budaya tuli, dasar-dasar bahasa isyarat seperti huruf abjad dan kosakata, teknik komunikasi efektif dengan penyandang tunarungu, hingga praktik langsung percakapan sederhana menggunakan bahasa isyarat.

Suasana seminar berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif mengikuti sesi praktik yang dinilai membantu mereka memahami cara berkomunikasi dengan murid tunarungu secara lebih dekat dan setara.

Salah satu peserta mengaku pelatihan tersebut membuka pemahaman baru bahwa komunikasi tidak selalu harus melalui ucapan verbal, tetapi juga melalui bahasa isyarat yang mampu menjembatani perbedaan.

Kegiatan itu juga mendapat sambutan hangat dari para orang tua siswa. Mereka menilai pelatihan bahasa isyarat sangat membantu membangun kedekatan dengan anak-anak mereka.

“Alhamdulillah, acara yang sangat bagus sekali dari kakak-kakak mahasiswa bisa memfasilitasi orang tua untuk belajar bahasa isyarat, jadi kita lebih bisa berkomunikasi dengan anak-anak. Karena sebelumnya di Pawestri ini kita tidak diajarkan bahasa isyarat, hanya beberapa tahun terakhir. Jadi acara ini sangat mendukung dan saya senang sekali dengan program yang diadakan oleh mahasiswa magang UNS,” ungkap salah satu orang tua siswa dengan haru.

Menurut panitia, seminar tersebut diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih ramah dan inklusif bagi murid tunarungu.

Program ini juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin keempat tentang pendidikan berkualitas dan poin kesepuluh mengenai pengurangan ketimpangan.

Kelompok mahasiswa magang Hibah Pembelajaran Berdampak UNS yang bertugas di SLB-B Pawestri Karanganyar mengusung tema “Optimalisasi Layanan Pendidikan Murid Tunarungu melalui Program Khusus dan Vokasi”. Fokus kegiatan mereka diarahkan pada penguatan pendidikan inklusif dan pemberdayaan masyarakat agar semakin banyak pihak memiliki kepedulian terhadap akses komunikasi yang setara bagi penyandang disabilitas.