Dana TKD Menurun, Gubernur Luthfi Optimistis Pembangunan Jateng Tetap Melaju

oleh
oleh

JAKARTA, MettaNEWS – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, optimistis penurunan dana Transfer ke Daerah (TKD) pada 2026 tidak akan berdampak signifikan terhadap jalannya program pembangunan di Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Luthfi usai menghadiri Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah di Balai Kartini Grand Ballroom Jakarta, Senin (25/5/2026). Luthfi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah strategi agar roda pembangunan tetap berjalan optimal meski anggaran transfer pusat mengalami penurunan.

“Jadi setelah ada kebijakan itu (TKD), Jawa Tengah melakukan inisiatif. Dorong potensi daerah, kearifan lokal, tanpa merubah program yang sudah ada,” kata Luthfi kepada wartawan.

Mantan Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan itu menjelaskan, posisi gubernur merupakan kepanjangan tangan pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Karena itu, kebijakan daerah harus tetap selaras dengan program pemerintah pusat.

Untuk menjaga stabilitas pembangunan, Pemprov Jateng menerapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya mengefektifkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) rumah sakit, memaksimalkan potensi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta mendorong peningkatan investasi di berbagai sektor.

Menurut Luthfi, investasi menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah, terutama investasi yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Berdasarkan data Pemprov Jawa Tengah, realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp110,02 triliun.

Nilai tersebut terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp50,86 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp37,64 triliun, serta sektor UMK sebesar Rp21,52 triliun.

Sementara pada triwulan I 2026, investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp23,02 triliun dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,89 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.

Luthfi menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Jawa Tengah tetap mampu menjaga geliat ekonomi dan menjalankan program-program prioritas meski menghadapi tantangan penurunan dana transfer pusat.

“Sehingga TKD tidak berpengaruh signifikan,” tegasnya.