SEMARANG, MettaNEWS — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi para mahasiswa yang berpartisipasi dalam Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Populer Mahasiswa se-Jawa Tengah Tahun 2026. Dari total 161 tim peserta, sebanyak 15 finalis berhasil lolos ke babak akhir kompetisi tersebut.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan kegiatan itu menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyumbangkan ide, gagasan, serta kritik konstruktif bagi pembangunan daerah.
“Mudah-mudahan nanti gagasan atau ide yang tertulis itu bisa memberi masukan kepada kami,” ujar Sumarno saat membuka Final Lomba Penulisan Artikel Populer Mahasiswa se-Jawa Tengah Tahun 2026 di Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, pembangunan Jawa Tengah membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa sebagai generasi intelektual muda.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terbuka terhadap kritik dan masukan demi meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan.
“Masukan dan kritik itu merupakan bentuk koreksi kepada pemerintah sehingga bisa meningkatkan kinerja menjadi lebih baik,” katanya.
Sumarno juga berpesan agar proses penjurian dilakukan secara profesional dan objektif. Ia meminta peserta yang belum berhasil menjadi juara untuk tetap semangat dan terus berkarya.
“Masukan dari adik-adik nanti benar-benar bisa berkontribusi mengintegrasi pembangunan di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Biro Umum Provinsi Jawa Tengah selaku Ketua Panitia, Laksono Dewanto, mengatakan mahasiswa memiliki peran penting dalam menyampaikan ide-ide baru serta kritik yang membangun melalui tulisan edukatif dan inspiratif.
Menurutnya, lomba tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi aktif mahasiswa dalam pembangunan Jawa Tengah.
“Mahasiswa memiliki peran penting untuk menyampaikan gagasan baru, kritik, dan koreksi yang membangun melalui tulisan yang edukatif dan inspiratif,” kata Laksono.
Ia menjelaskan, lomba berlangsung sejak 14 April hingga 25 Mei 2026 dan diikuti oleh 161 peserta dari 32 perguruan tinggi negeri maupun swasta di Jawa Tengah.
Menariknya, peserta lomba tidak hanya berasal dari kampus umum, tetapi juga dari Akademi Militer.
“Di luar dugaan juga dari Akademi Militer pun bisa mengikuti lomba karya ini,” jelasnya.
Setelah melalui proses seleksi administrasi dan penilaian awal, sebanyak 128 peserta dinyatakan lolos ke tahap berikutnya sebelum akhirnya dipilih 15 finalis terbaik.
Penilaian lomba dilakukan oleh tiga dewan juri, yakni Amir Mahmud, Dr. Nurul Haswi S.Sos., M.A., dan Dr. Muhammad Miftah M.Pd.
Kelima belas finalis selanjutnya mengikuti tahap presentasi untuk memperebutkan juara 1, 2, dan 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3.
Laksono menambahkan seluruh finalis akan mendapatkan piagam penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Jawa Tengah.
“Seluruh finalis nantinya akan mendapatkan piagam penghargaan yang ditandatangani langsung oleh Bapak Gubernur,” pungkasnya.








