SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Surakarta Respati Ardi mendorong penguatan pendidikan non-formal sebagai bekal masa depan para pelajar di Kota Solo.
Langkah tersebut dinilai penting agar generasi muda memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
Hal itu disampaikan Respati saat menghadiri kegiatan PNFest Pendidikan Non Formal yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Surakarta di Balai Kota Solo, Jumat (16/5/2026) malam.
Dalam sambutannya, Respati mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang berkolaborasi dengan berbagai Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Ia berharap pelatihan yang diberikan benar-benar menyesuaikan kebutuhan pasar kerja sehingga lulusan kursus dapat terserap di dunia industri.
“Ini rutin dibuat jadi saya mendorong dan mengajak rekan-rekan LKP untuk membuat pelatihan kerjanya sesuai dengan market yang ada saat ini. Jangan sampai pelatihan kerjanya tidak bisa terserap di dunia kerja,” kata Respati.
Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Surakarta dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Respati memastikan kegiatan pendidikan non-formal akan terus dikembangkan. Ia juga meminta sekolah-sekolah, khususnya tingkat SMP, mulai mengenalkan siswa dengan dunia kerja melalui berbagai kegiatan di luar sekolah.
“Dan kami pastikan di tahun ini, karena kami kewenangan hanya di SMP, anggaran BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah) ini kita dua kali lipatkan. Dan saya harapkan banyak di SMP-SMP di Solo kegiatannya dibanyakin keluar-keluar sekolah, kursus-kursus harus laris LKP,” bebernya.
Penguatan pendidikan non-formal, lanjutnya, menjadi momentum penting untuk meningkatkan kemampuan soft skill para pelajar. Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan segera menyampaikan arahan kepada sekolah agar memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler dan kursus keterampilan.
“Ini saatnya pendidikan non-formil ini mulai. Nanti pak Kadisdik mohon segera disampaikan ke kepala-kepala sekolah agar dirubah, banyak eksul dan kursus biar ada pengembangan soft skill kepada anak-anak,” tambahnya.
Selain keterampilan kerja, Respati juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing bagi pelajar di era globalisasi. Menurutnya, kemampuan bahasa asing kini menjadi salah satu kebutuhan utama di dunia kerja, termasuk untuk mendukung peluang kerja di luar negeri.
“Dan juga kursus bahasa, bahasa Inggris sudah pasti untuk membekali anak kita yang ingin bekerja di luar negeri, kursus bahasa Jepang ini untuk mendukung program Rumah Siap Kerja. Dan terakhir kursus bahasa Mandarin, ini harus dikembangkan dan saya harap anak-anak kita mulai dari SMP bisa dibekali dengan keahlian itu,” tandasnya.
Melalui penguatan pendidikan non-formal, Pemerintah Kota Solo berharap para pelajar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kemampuan komunikasi, serta daya saing yang lebih tinggi di dunia kerja.








