YOGYAKARTA, MettaNEWS – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas pembatalan sejumlah perjalanan kereta api pada Rabu (29/4/2026). Pembatalan ini dilakukan akibat dampak evakuasi dan normalisasi jalur di wilayah Bekasi Timur, Jawa Barat.
KAI menyatakan terus melakukan upaya penanganan di lokasi terdampak agar jalur kereta api dapat segera kembali normal. Demi menjamin keselamatan perjalanan dan penumpang, dilakukan rekayasa pola operasi, termasuk pembatalan perjalanan dengan tingkat keterlambatan tinggi.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan pihaknya telah memberikan pemberitahuan kepada pelanggan melalui pesan singkat.
“KAI Daop 6 menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kami telah mengirimkan SMS/WA blast terkait pembatalan perjalanan KA terdampak. Penumpang akan mendapatkan layanan sesuai prosedur, termasuk pengembalian bea 100 persen di luar biaya pesan,” paparnya.
Adapun sejumlah perjalanan kereta api dari dan menuju wilayah Daop 6 Yogyakarta yang dibatalkan antara lain KA Banyubiru relasi Solo Balapan–Semarang Tawang, KA Brantas relasi Pasarsenen–Blitar, KA Jayakarta relasi Pasarsenen–Surabaya Gubeng, KA Majapahit relasi Pasarsenen–Malang, KA Bogowonto relasi Pasarsenen–Lempuyangan, KA tambahan Yogyakarta–Gambir, serta KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasarsenen.
Untuk proses pengembalian dana, penumpang dapat mengajukan refund melalui loket stasiun yang melayani pembatalan, Contact Center 121 di nomor 021-121, maupun aplikasi Access by KAI melalui fitur VoIP.
KAI menetapkan batas waktu pengajuan pembatalan dan refund hingga tujuh hari sejak tanggal keberangkatan yang tertera pada tiket.
KAI Daop 6 menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan keselamatan, kenyamanan, serta pelayanan kepada pelanggan, sembari terus berkoordinasi dalam pemulihan operasional.
“Kami akan terus memperbarui informasi terkait penanganan dan perjalanan KA. Masyarakat dapat mengakses informasi melalui Contact Center KAI121 dan kanal media sosial resmi,” tutup Feni.








