SOLO, MettaNEWS – Kawasan Balai Kota Solo akan ditutup pada 28-29 April 2026 pukul 13.00-16.00 WIB untuk gelaran Solo Menari yang diperkirakan akan menarik ribuan pengunjung.
Dinas Perhubungan (Dishub) Solo akan merekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dalam peringatan Hari Tari Sedunia yang melibatkan 1.500 penari.
Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Solo, Andri Wahyudi, menjelaskan acara ini dipusatkan di titik nol Balai Kota Solo sebagai panggung kehormatan, Jalan Jenderal Sudirman (Jensud), Simpang Bank Indonesia (BI) sampai bundaran tugu Pasar Gede. Sejumlah ruas jalan akan ditutup dan dialihkan.
“Dari arah selatan Slamet Riyadi bisa melewati jalan Ronggowarsito dan Jalan Mayor Kusmanto. Untuk yang melewati Jalan Arifin, pengalihan arus lalu lintas mulai dari simpang tiga PTPN dan simpang tiga Denpom kita tutup total,” ujar Andri saat dihubungi melalui sambungan telepon Mettanews, Selasa (28/4).
Sementara, pengendara yang akan melewati PTPN diarahkan melewati simpang lampu merah Widuran menuju Jalan Sutan Syahrir. Kendaraan yang akan menuju bundaran Pasar Gede dialihkan ke Jalan RE Martadinata menuju simpang empat Ketandan dan Kapten Mulyadi.
“Untuk simpang empat Ketandan sampai simpang tiga Balong yang biasanya satu arah nanti dijadikan dua arah,” jelasnya.
Dishub Solo juga menyiapkan kantong parkir di sembilan lokasi yakni Benteng Vastenburg, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Arifin, Jalan RE Martadinata, Jalan Ronggowarsito, Jalan Mayor Kusmanto, gedung parkir Ketandan, Loji Wetan dan Balai Kota Solo untuk tamu VIP.
“Petugas di kawasan Jensud ada 35 personel Dishub yang membackup protokoler simpang-simpang yang terdampak. Dan ada juga dari kepolisian dan Satpol PP gabungan,” ujar Andri.
Dishub mengimbau masyarakat yang akan melintasi Jalan Jensud untuk menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan dan menghindari waktu penutupan agar terhindar dari kemacetan arus lalu lintas.








