Wali Kota Respati Tegaskan Jaminan Hak Berpendapat, Solo Siap Hadapi Potensi Gangguan Kamtibmas Jelang May Day

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wali Kota Solo, Respati Ardi, menegaskan komitmennya dalam menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Hal itu disampaikan saat menghadiri Latihan Lapangan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar Polresta Surakarta di halaman parkir Stadion Manahan, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kesiapan satuan dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang berimplikasi kontinjensi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolresta Surakarta Catur C Wibowo, Ketua Pengadilan Negeri Surakarta Achmad Satibu, serta jajaran pejabat lainnya.

Dalam sambutannya, Respati menyampaikan apresiasi kepada kepolisian yang terus menjaga stabilitas keamanan Kota Solo, termasuk dalam mengantisipasi berbagai dinamika sosial seperti aksi unjuk rasa. Ia menilai, langkah-langkah preventif yang dilakukan menjadi bagian penting dalam menjaga ketertiban kota.

“Saya mengapresiasi kerja kepolisian yang tidak hanya menjaga kriminalitas, tetapi juga memastikan ketertiban kota tetap terjaga,” tutur Respati.

Respati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Solo membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian pendapat dilakukan dengan mengedepankan asas kekeluargaan dan ketertiban umum.

“Kami menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Namun, kami juga punya tanggung jawab memastikan para pedagang, pelaku usaha, dan pekerja tetap bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tambahnya.

Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional, Respati mengimbau para pekerja untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan konstruktif. Ia juga mempersilakan buruh menyalurkan aspirasi melalui Dinas Ketenagakerjaan.

“Kami akan membantu dan mendampingi seluruh pekerja agar hak-haknya terpenuhi,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Surakarta, Catur C Wibowo, menjelaskan bahwa kegiatan Sispamkota merupakan bagian dari latihan rutin untuk menjaga kesiapan personel dan peralatan dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Kegiatan ini murni untuk memastikan kesiapan anggota dan kelengkapan peralatan, tanpa tendensi apapun selain menjaga kondusivitas,” jelasnya.

Terkait kesiapan menjelang May Day, pihak kepolisian menyebut belum ada indikasi aksi unjuk rasa di Kota Surakarta. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi.

“Selama ini hubungan antara pemerintah daerah dan buruh berjalan baik. Setiap keluhan difasilitasi dan diupayakan penyelesaiannya,” pungkasnya.