SOLO, MettaNEWS – Open house Paskah yang digelar Kevikepan Surakarta dan Keuskupan Agung Semarang bersama Mgr. Robertus Rubiyatmoko berlangsung meriah dan penuh kehangatan, Sabtu (11/4/2026).
Acara yang digelar di Kompleks Gereja Katolik SP. Maria Regina Purbowardayan,
Jl. A. Yani no. 10, Tegalarjo, Jebres, Solo ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara Gereja, pemerintah, serta masyarakat lintas sektor.
Rama Vikaris Paroki Purbowardayan, Albertus Lilik Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang biasanya diselenggarakan di Semarang.
Namun, pada tahun ini, lokasi dipindahkan ke wilayah Kevikepan Surakarta agar jangkauan umat menjadi lebih luas.
“Harapannya, Bapak Uskup dapat menyapa umat secara lebih merata, tidak hanya di lingkup Semarang saja,” ujarnya.
Rangkaian acara Open House ini dibagi menjadi tiga sesi utama yakni sesi pertama dimulai pukul 08.30 WIB, dihadiri oleh jajaran pemerintah dan Forkopimda Kota Surakarta.
Sesi kedua melibatkan komisi-komisi gereja, panti sosial, serta perwakilan dari dunia pendidikan. Sesi ketiga diikuti oleh dewan Paroki Purbowardayan.
Diperkirakan sekitar seribu umat dari berbagai paroki di Kevikepan Surakarta turut hadir dalam kegiatan ini, menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat.
Tujuan utama kegiatan ini adalah membangun relasi silaturahmi yang semakin erat, baik antara pihak gereja maupun dengan pemerintah. Hal ini dinilai penting dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara tersebut. Ia berharap kegiatan serupa juga dapat diinisiasi oleh agama lain.
“Kami berharap kegiatan Open House seperti ini juga dilakukan oleh berbagai agama, sehingga toleransi di Kota Solo semakin kuat,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya Open House ini di Surakarta, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, dialog, dan toleransi antarumat beragama semakin berkembang.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi positif antara institusi keagamaan dan pemerintahan dalam membangun masyarakat yang harmonis.








