SOLO, MettaNEWS- Ujian Sekolah (US) berbasis online tengah dilaksanakan jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di Solo sejak (28/3) lalu. Salah satunya di SMAN 1 Solo, yang dalam pelaksanaannya menggunakan aplikasi Bimasoft berakhir pada Kamis (7/4). Ujian berbasis online ini pasalnya mampu meminimalisir penggunaan kertas atau papperless. Istilah ini sudah tak asing lagi bagi civitas akademika sejak pandemi Covid-19 yang dalam pelaksanaannya dirasa lebih praktis dan efektif.
Humas SMAN 1 Solo, Syofyan Muchtar menyebut sebanyak 412 siswa mengikuti pertemuan tatap muka (PTM) untuk mengerjakan ujian menggunakan handphonenya masing-masing. Sebagai bentuk pelayanan, pihak sekolah menyediakan handphone bagi siswa yang mengalami kendala di perangkat yang akan digunakan.
Ujian berbasis online menggunakan aplikasi Bimasoft bukan hal yang baru bagi para siswa. Hal ini karena penggunaan aplikasi tersebut sudah biasa digunakan sejak pandemi pada 2020 lalu. Disebutkan Syofyan penggunaan aplikasi ini pun meminimalisir kecurangan karena siswa tidak bisa menjalankan secara bersamaan dengan aplikasi lain. Sistem aplikasi ini telah diatur auto log out saat akan mengkases jendela lain sehingga dengan begitu siswa harus log ini kembali dan melapor ke pengawas.
“Pelaksanaannya ujian sekolah berbasis online ini siswa tidak perlu mengerjakan di kertas, paperless. Namun atas pertimbangan tertentu boleh tetap menggunakan paper seperti mata pelajaran yang ada hitung, ” ungkap Syofyan Muchtar saat ditemui di SMAN 1 Solo, Rabu (6/4/2022).
Sesuai dengan peraturan yang berlaku, para siswa hanya diperbolehkan membawa satu handphone. Selama pelaksanaan US, pihaknya menyebut kendala yang dialami siswa terletak pada perangkat yang digunakan.
“Perangkat elektronik ada banyak gangguan seperti sinyal, habis baterai, memori penuh dan kuota. Karena kan anak-anak menggunakan kuota sendiri kalau WiFi nya putus pas mati listrik,” jelasnya.
Penggunaan aplikasi Bimasoft memudahkan dalam pengawasan yang hanya membutuhkan satu pengawas.
“Pengawasnya hanya satu karena tidak semua wfo ada yang WFH. Soalnya juga diacak dan siswa hanya fokus dengan ponsel masing-masing jadi tidak ada kerjasama. Soalnya pilihan ganda tapi beda-beda,” sebutnya.
Penggunaan perangkat handphone dirasa lebih praktis jika dibandingkan dengan pc ataupun laptop. Sedangkan untuk sistem papperless juga lebih efektif karena siswa tidak memerlukan alat tulis tambahan dalam mengerjakan ujian sekolah. Diungkapkan Syofyan sistem papperless mampu menghemat anggaran ujian sekolah.
“Berbasis online otomatis penggunaan kertas minim sejak tidak adanya tatap muka. Ini bentuk penyesuaian kondisi dan juga penghematan biaya karena anggaran hanya dari bantuan operasional siswa (BOS) yang terbatas. Sehingga di masa pandemi penggunaan kertas diminimalisir sesuai regulasi yang berlaku,” ungkapnya.
Tidak hanya Bimasoft, ujian harian maupun semester berbasis online ini juga memanfaatkan aplikasi Google Formulir.
Selain itu, Syofyan menyebut pelaksanaan US ini awalnya dijadwalkan akan berakhir pada Rabu (6/4). Namun karena adanya libur awal puasa Ramadan 1443 H pada Senin (4/4) lalu, sekolah menunda pelaksanaan US dengan memundurkan jadwal mata pelajaran yang diujikan berakhir pada Kamis, (7/4) esok.
Hal ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) yang telah diterbitkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VII Jateng, yakni SMA/SMK bisa mulai menggelar pelaksanaan US sejak Senin (28/3/2022). Dengan menyesuaikan penjadwalan sesuai dengan pertimbangan masing-masing sekolah.








