SOLO, MettaNEWS – Stok darah di PMI Kota Surakarta saat ini masih jauh dari kondisi aman. PMI menyebut kebutuhan ideal mencapai sekitar 3.000 kantong darah, sementara stok yang tersedia baru berkisar 1.000 kantong.
Kondisi tersebut mendorong Yayasan Metta Care Indonesia, Metta Solo FM bersama PMI Kota Surakarta dan Toko Mas J5 Ismoyo dengan didukung TNI Polri menggelar Gebyar Donor Darah Ramadan 2026 di Solo Square, Selasa (17/3). Kegiatan berlangsung dari pukul 11.00 hingga 21.00 WIB dengan target menghimpun sedikitnya 200 kantong darah.

Ketua PMI Kota Surakarta sekaligus Pembina Yayasan Metta Care Indonesia, Sumartono Hadinoto, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting untuk menjaga ketersediaan darah di Kota Solo.
“Stok darah saat ini masih di bawah level aman. Idealnya kami memiliki sekitar 3.000 kantong, namun yang tersedia baru sekitar 1.000 kantong,” ujarnya.
Menurutnya, penurunan stok darah kerap terjadi pada periode tertentu, seperti saat libur panjang dan bulan Ramadan. Hal ini disebabkan berkurangnya jumlah pendonor, terutama dari kalangan anak muda.
“Bulan Juni, Juli, Desember, dan Januari biasanya menurun karena banyak pendonor libur. Saat puasa juga banyak yang menunda donor,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, berbagai mitra turut memberikan dukungan. Toko Mas J5 Ismoyo menyediakan suvenir dan nasi siap saji bagi para pendonor, sementara PT Mey Mey Sejahtera menyumbangkan minuman susu Baroka. Selain itu, dukungan juga datang dari berbagai donatur yang tergabung dalam jaringan Yayasan Metta Care Indonesia dan PMI Kota Surakarta.
Meski kondisi stok belum kritis hingga mengganggu pelayanan pasien, PMI menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan darah pada level aman agar pelayanan kesehatan tetap optimal.
“Pasien masih bisa terlayani, tetapi kami terus berupaya menutup kekurangan ini agar masyarakat lebih nyaman dan pelayanan lebih maksimal,” tambahnya.
Sebelumnya, PMI juga telah menggelar kegiatan serupa bersama Yayasan Pundi Amal SCTV. Ke depan, PMI akan memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk tempat ibadah seperti vihara, pura, dan gereja untuk menjaring lebih banyak pendonor.
Selama Ramadan, PMI juga menerapkan strategi khusus dengan mengadakan donor darah setelah waktu berbuka puasa. Kegiatan ini dilakukan bekerja sama dengan komunitas seperti Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA), yang dinilai efektif dalam meningkatkan jumlah pendonor.
“Melalui berbagai upaya tersebut, PMI Kota Surakarta berharap kebutuhan darah di Solo dapat terpenuhi secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah secara rutin,” pungkasnya.

Adnan Kholis, Marketing J5 ismoyo mengatakan Toko Mas J5 Ismoyo memiliki komitmen sosial membantu sesama lewat kegiatan CSR.
“Kami percaya bahwa bisnis itu tidak melulu soal keuntungan. Untuk itu kami berkomitmen untuk menggelar kegiatan sosial seperti CSR maupun kegiatan lain salah satunya donor darah ini,” ujarnya.
“Di Gebyar Donor Darah Ramadan 2026 kami membagikan bingkisan kepada pendonor. Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat serta mampu meningkatkan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.











