SOLO, MettaNEWS – Institut Seni Indonesia Surakarta (ISI Solo) dan Badan Pengelola Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menandatangani Nota Kesepahaman untuk mengembangkan program seni yang mendukung penguatan moderasi beragama dan diplomasi budaya. Penandatanganan ini dilakukan pada puncak peringatan Nuzulul Quran 1447 H di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu malam (8/3/2026).
Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Munajat, Ph.D., Direktur Badan Pengelola Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, dan Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., Rektor ISI Solo. Kerja sama ini menjadi langkah strategis memanfaatkan seni sebagai media penguatan literasi keagamaan, moderasi beragama, dan dialog budaya yang inklusif.
Munajat menegaskan bahwa Masjid Raya Sheikh Zayed Solo tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang publik edukatif, sosial, dan kultural yang terbuka bagi masyarakat. Sementara ISI Solo sebagai perguruan tinggi seni memiliki mandat untuk mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis kearifan budaya.
Ruang lingkup kerja sama meliputi pemanfaatan fasilitas masjid untuk kegiatan edukatif dan ekspresi budaya; penyelenggaraan pameran, pertunjukan, dan diskusi seni; penelitian, penciptaan karya, dokumentasi artistik, serta publikasi ilmiah. Program ini juga membuka kesempatan praktik akademik mahasiswa dan pengembangan program kreatif yang selaras dengan prinsip moderasi beragama.
“Seni diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan nilai-nilai spiritual, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghadirkan praktik akademik relevan dengan dinamika sosial,” jelas Dr. Bondet Wrahatnala.
Kerja sama ini berlaku lima tahun dan akan ditindaklanjuti dengan perjanjian teknis untuk pelaksanaan program-program konkret. Sinergi ini diharapkan menghadirkan kegiatan seni dan edukasi yang memperkaya kehidupan budaya, memperkuat toleransi, serta mendukung diplomasi budaya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.








