SEMARANG, MettaNEWS – Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan reses ke Jawa Tengah untuk meninjau kesiapan daerah menghadapi Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan stok pangan mencukupi dan pelayanan perbankan siap menampung meningkatnya transaksi masyarakat selama periode Lebaran.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa pemerintah provinsi telah melakukan pemetaan menyeluruh untuk menghadapi arus mudik dan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Persiapan ini mencakup sarana transportasi, ketahanan pangan, hingga pelayanan publik di berbagai sektor, termasuk ketersediaan energi.
“Semua sektor kita siapkan. Mulai dari infrastruktur, distribusi logistik, sampai pelayanan publik agar masyarakat bisa menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” kata Ahmad Luthfi.
Dalam menjaga stabilitas pangan, Pemprov Jateng telah melakukan berbagai intervensi pasar, seperti operasi pasar, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga pemberian subsidi distribusi bahan pokok penting. Upaya ini dilakukan bekerja sama dengan pemerintah pusat, BUMN pangan, serta pelaku usaha.
Secara umum, kondisi pangan di Jawa Tengah relatif aman, bahkan beberapa komoditas strategis berada dalam kondisi surplus.
“Beras kita surplus, beberapa komoditas juga surplus. Untuk harga yang saat ini terpantau naik adalah cabai, dan kita sudah siapkan langkah intervensi serta penetrasi harga,” jelasnya.
Ketua rombongan reses Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, menyatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan sektor pangan dan perbankan menjelang Lebaran. Hal ini penting mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama mudik.
Dalam pertemuan tersebut hadir pula sejumlah BUMN pangan dan perbankan, seperti Bulog, ID Food, serta bank-bank Himbara: BRI, Mandiri, BNI, dan BTN.
“Tujuan kami memastikan ketahanan pangan dan kesiapan komoditas kebutuhan pokok agar harga tetap wajar. Dari sisi perbankan, likuiditas juga harus aman agar masyarakat tidak kesulitan bertransaksi,” papar Adisatrya.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menambahkan bahwa stok indikatif barang kebutuhan pokok secara nasional relatif aman hingga tiga bulan ke depan. Ia menilai stabilitas harga pangan di Jawa Tengah cukup baik dan masih berada dalam batas harga eceran tertinggi (HET), meski harga cabai rawit merah masih relatif tinggi.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah tetap kondusif,” kata Iqbal.
Pemerintah juga mempercepat distribusi barang kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat anomali cuaca, mengingat prakiraan curah hujan tinggi hingga akhir Maret 2026.
Dengan berbagai langkah ini, pemerintah optimistis stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan lebih tenang.








