Wawali Astrid Widayani Sampaikan Kultum di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Paparkan Enam Pilar Smart City Surakarta

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengisi kultum dalam agenda keagamaan di Ruang Utama Salat Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Sabtu (21/2) malam. Di hadapan jemaah yang memadati masjid, Astrid mengangkat tema “Membangun Smart City Surakarta”.

Dalam tausiyahnya, Astrid menegaskan bahwa konsep smart city bukan sekadar digitalisasi, melainkan upaya membangun kota yang cerdas dalam tata kelola serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Smart city bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana tata kelola pemerintahan bisa semakin transparan, pelayanan publik semakin mudah diakses, dan masyarakat semakin berdaya,” tutur Astrid.

Ia memaparkan enam fokus pilar pembangunan smart city Surakarta, yakni governance, branding, economy, living, society, dan environment.

Pada pilar governance, Pemerintah Kota Surakarta terus mendorong tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel berbasis digital. Pilar branding diarahkan untuk memperkuat identitas Surakarta sebagai kota budaya yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Di sektor economy, Astrid menekankan pentingnya penguatan UMKM dan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan teknologi serta perluasan akses pasar. Sementara pilar living difokuskan pada peningkatan kualitas hidup warga melalui layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur yang lebih baik.

Adapun pilar society berorientasi pada pembangunan masyarakat yang inklusif, partisipatif, dan berdaya saing. Sedangkan pilar environment menitikberatkan pada pembangunan berkelanjutan serta kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam momentum Ramadan, Astrid juga mengajak masyarakat menjadikan bulan suci sebagai ajang refleksi untuk membangun kota secara kolektif.

“Semangat Ramadan mengajarkan nilai integritas, kepedulian, dan gotong royong. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi dalam membangun Surakarta sebagai smart city yang tidak hanya cerdas secara sistem, tetapi juga kuat secara moral dan sosial,” katanya.

Kegiatan kultum tersebut turut disiarkan secara langsung melalui kanal resmi Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dan mendapat antusiasme tinggi dari jemaah yang hadir memenuhi ruang utama salat.