Jadi Ajang Curhat Pelajar, Pemprov Jateng Hadirkan Layanan Psikolog Gratis di Program Speling

oleh
oleh

BANYUMAS, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghadirkan layanan psikolog gratis dalam Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang digelar di Rumah Rakyat, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Banyumas, Sabtu (14/2/2026).

Program ini menjadi ruang aman bagi pelajar untuk berbagi persoalan mental dan akademik yang mereka hadapi.

Program Speling yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen itu ditinjau langsung oleh Taj Yasin Maimoen guna memastikan pelaksanaan layanan berjalan optimal.

Speling merupakan program jemput bola hasil kolaborasi RSJD dr. Amino Gondohutomo dan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, yang bertujuan mendekatkan layanan dokter spesialis, termasuk psikolog, langsung ke tengah masyarakat secara gratis.

Dalam keterangannya, Taj Yasin menegaskan bahwa Program Speling merupakan turunan dari amanat Asta Cita Presiden untuk menghadirkan layanan kesehatan gratis yang berkualitas. Di Jawa Tengah, program ini ditingkatkan dengan kehadiran dokter spesialis agar penyakit berisiko dapat terdeteksi dan ditangani lebih cepat.

“Saya berterima kasih kepada rumah sakit milik Pemprov Jateng yang telah menghadirkan dokter spesialis lebih dekat ke masyarakat. Ini penting agar deteksi dini penyakit berbahaya bisa dilakukan,” ujar Wagub yang akrab disapa Gus Yasin.

Secara khusus, Gus Yasin menyoroti pentingnya layanan psikolog bagi pelajar. Menurutnya, tekanan mental yang dihadapi generasi muda saat ini membutuhkan pendampingan yang tepat agar tidak berujung pada tindakan fatal.

“Mindset-nya harus diubah. Periksa ke psikolog bukan berarti ada gangguan jiwa, tetapi mencari solusi. Kita tidak ingin ada gangguan kejiwaan yang sampai menimbulkan risiko bunuh diri atau kekerasan. Pendampingan ini sangat krusial,” tegasnya.

Antusiasme pelajar terhadap layanan psikolog gratis terlihat jelas. Siswi SMA Negeri 2 Purwokerto, Seli Mei Saputri (16), mengaku sengaja datang bersama rombongan sekolah untuk berkonsultasi terkait kegelisahan akademik yang kerap ia rasakan.

“Tadi didampingi psikolog, rasanya lega sekali. Saya diminta untuk terus berpikiran positif dan menjalani hari dengan afirmasi yang baik,” ungkap Seli dengan wajah sumringah. Ia merasa sangat terbantu karena layanan tersebut diberikan secara cuma-cuma.

Hal serupa dirasakan Feni Anindya (17), rekan satu sekolah Seli. Ia menyebut konsultasi dengan psikolog membantunya menemukan arah terkait rencana masa depan yang selama ini membuatnya bimbang.

“Jujur, saya sempat bingung menentukan jurusan kuliah. Tapi setelah ngobrol dengan psikolog tadi, sekarang sudah ada gambaran dan arahan yang jelas. Ini pertama kalinya saya ikut, dan saya harap program seperti ini bisa terus ada,” tutur Feni.

Melalui Program Speling, Pemprov Jawa Tengah berharap layanan kesehatan, termasuk kesehatan mental, dapat diakses lebih luas dan menjadi solusi nyata bagi masyarakat, khususnya pelajar, dalam menghadapi tantangan fisik maupun psikologis di era modern.