Menaker Yassierli Tekankan Pentingnya Penguasaan AI saat Kuliah Umum di UMS

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Republik Indonesia Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., menegaskan pentingnya penguasaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja di era digital. Hal tersebut disampaikan saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jumat (30/1/2026).

Kuliah umum bertajuk “Persiapan Menghadapi Dunia Kerja di Era Digital” tersebut digelar di Ruang Seminar Gedung Serbaguna Ahmad Syafii Maarif Lantai 8 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS dan diikuti oleh ratusan mahasiswa tingkat akhir.

Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran Menaker Yassierli serta dukungan Kementerian Ketenagakerjaan terhadap pengembangan sumber daya manusia di perguruan tinggi.

“Tujuannya adalah memberikan motivasi dan wawasan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z, agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru,” kata Prof Harun.

Ia menyebutkan antusiasme peserta sangat tinggi, dengan lebih dari 600 mahasiswa hadir secara langsung mengikuti kuliah umum tersebut.

Dalam pemaparan materinya, Menaker Yassierli menekankan bahwa kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan AI terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi. Menurutnya, penguasaan AI kini menjadi kompetensi utama bagi future workforce.

“Kebutuhan tenaga kerja dengan keterampilan AI terus meningkat, seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat,” ujar Yassierli.

Ia menyebutkan, permintaan pekerja dengan kemampuan AI meningkat lebih dari dua kali lipat. Bahkan, sekitar 69 persen pimpinan perusahaan di Indonesia menyatakan tidak akan merekrut tenaga kerja yang tidak memiliki keterampilan AI.

“AI kini menjadi skill penting untuk masa depan dunia kerja. Perusahaan semakin selektif terhadap calon pekerja yang tidak memiliki kompetensi ini,” katanya.

Yassierli menegaskan, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka harus mampu berkembang menjadi praktisi bahkan pengembang yang dapat memanfaatkan AI untuk menyelesaikan berbagai persoalan di dunia kerja.

Selain keterampilan digital, Menaker juga menekankan pentingnya penguasaan human skill. Berdasarkan data global, delapan dari sebelas keterampilan penting pada periode 2025 hingga 2030 berkaitan dengan kemampuan berpikir dan karakter.

“Kognitif thinking, analytical thinking, system thinking, resilience, flexibility, dan agility menjadi kunci. Digital skill dan human skill harus berjalan seimbang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yassierli mengajak mahasiswa untuk membangun growth mindset, future mindset, dan innovation mindset. Ketiga pola pikir tersebut dinilai penting agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perubahan industri yang cepat dan dinamis.

“Kita harus memiliki growth mindset, future mindset, dan innovation mindset agar siap menghadapi perubahan industri dan bekerja di mana pun,” pungkasnya.

Di akhir kegiatan, peserta diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan Menaker. Antusiasme dan interaksi aktif peserta mewarnai sesi tanya jawab, sehingga mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam terkait tantangan dan peluang dunia kerja di era digital.