SOLO, MettaNEWS – SD Muhammadiyah 1 Solo, Jawa Tengah, terus bergerak dan menggerakkan seluruh elemen sekolah menuju pendidikan berkualitas premium. Komitmen tersebut ditegaskan Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, saat kegiatan supervisi dan pembinaan dinas di aula Sekolah Sehat SD Muhammadiyah 1 Solo, Jalan Kartini No. 1 Ketelan Barat, Pura Mangkunegaran, Jumat (23/1/2026).
Pembahasan mengenai sekolah berkualitas premium ini dihadiri jajaran Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Sarana dan Prasarana, Al Islam dan Kemuhammadiyahan, Kesiswaan, Ketua Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Kepala Tata Usaha, wali kelas 1 hingga 6, serta Koordinator Humas.
Sri Sayekti menjelaskan, sekolah dengan kualitas premium ditandai oleh tiga aspek utama, yakni sumber daya manusia, kurikulum atau manajemen, serta finansial yang dikelola secara profesional.
“Sekolah berkualitas premium ditandai oleh tiga hal, yaitu kualitas sumber daya manusia, kurikulum atau manajemen yang kuat, serta tata kelola finansial,” ungkap Sayekti.
Menurutnya, budaya sekolah unggul dimulai sejak pagi hari melalui apel pagi pukul 06.45 WIB dan penyambutan siswa minimal 20 menit sebelum bel masuk. Dalam penyambutan tersebut, siswa bersalaman dengan guru, dilakukan pengecekan kerapian seragam dan kebersihan kuku, penghormatan bendera selama 4–5 detik, serta pembiasaan budaya 5S, yakni sapa, senyum, salam, sopan, dan santun.
“Dengan tim sekolah yang solid dan guyub rukun, kami berupaya mewujudkan lembaga pendidikan unggul dan kompetitif dengan sumber daya insani yang bertakwa, berakhlak mulia, menguasai IPTEK, sehat jasmani dan rohani, berwawasan global, serta peduli lingkungan,” jelasnya.
Dalam implementasinya, SD Muhammadiyah 1 Solo terus memperkuat layanan sekolah premium. Setiap bulan dilakukan penerimaan rapor, layanan dapur sehat didampingi ahli gizi dari PKU Muhammadiyah Surakarta, serta penguatan kegiatan ekstrakurikuler.
Selain ekstrakurikuler wajib Hizbul Wathan dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah, sekolah juga menambah ekstrakurikuler paskibraka yang berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Sri Sayekti menegaskan bahwa guru menjadi garda terdepan dalam mewujudkan sekolah premium. Oleh karena itu, seluruh guru didorong memiliki kualifikasi minimal strata satu (S1) dan melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana.
“Kualitas pembelajaran harus menggembirakan, dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Guru harus layak menjadi guru premium dan berkemajuan,” tuturnya.
Sekolah yang berdiri sejak 1935 ini juga terus bertransformasi dengan menerapkan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
“Kami juga menggunakan sistem audio untuk habituasi pendidikan karakter, seperti pemutaran Lagu Indonesia Raya pukul 10.00 WIB, di mana seluruh siswa berdiri tegak,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, SD Muhammadiyah 1 Solo juga akan menerima kunjungan studi tiru dari SDIT Ar Risalah Solo dan SDI PK Muhammadiyah Klaten sebagai bagian dari penguatan mutu pendidikan.








