BAWEN, MettaNEWS – Yayasan Pendidikan Tunas Pembangunan Surakarta (YPTTP) menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY) melalui kegiatan benchmarking dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di SEAT (Stiper Edu Agro Tourism) Bawen, Rabu, 21 Januari 2026.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan YPTTP Surakarta, Rektorat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP), Dekanat Fakultas Pertanian UTP, Kepala Biro Akademik, Kepala Biro SDM, serta staf akademik, humas, dan multimedia.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh kedua ketua yayasan sebagai komitmen bersama dalam penguatan pendidikan, praktik berbasis lapangan, dan peningkatan mutu SDM di sektor pertanian dan perkebunan.
Selain prosesi penandatanganan MoU, peserta juga melakukan benchmarking ke kebun milik YPKPY, melihat langsung aktivitas mahasiswa yang sedang melakukan praktik lapangan di kebun sawit. Kegiatan ini menjadi wadah belajar aplikatif dan berbasis industri bagi YPTTP Surakarta.
Ketua YPTTP Surakarta, Ir. Leny Pramesti, M.T., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, khususnya di bidang pertanian.
“Melalui benchmarking dan MoU ini, YPTTP Surakarta ingin belajar sekaligus berkolaborasi dengan YPKPY yang telah berpengalaman dalam pendidikan berbasis praktik perkebunan. Kami berharap kolaborasi ini berdampak nyata pada peningkatan mutu akademik dan kompetensi lulusan UTP,” papar Leny.
Sementara itu, Ketua YPKPY Yogyakarta, Dr. Ir. Purawadi, M.S., menyambut baik kerja sama ini dan menekankan pentingnya sinergi antarlembaga pendidikan.
“Kami terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pendidikan perkebunan. Kerja sama ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan, baik dalam pengembangan kurikulum, praktik lapangan mahasiswa, maupun peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan,” ungkapnya.
Dengan adanya kerja sama ini, YPTTP Surakarta dan YPKPY Yogyakarta optimistis dapat mencetak sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan dunia pertanian dan perkebunan di masa depan.








