Satu-satunya dari Indonesia, Mahasiswa UMS Tembus Konferensi Bergengsi Cyber Security Dunia di Black Hat MEA Arab Saudi

oleh
oleh
Satu-satunya dari Indonesia, Mahasiswa UMS Bayu Fedra saat menjelaskan kepada pengunjung Black Hat MEA Arab Saudi

SOLO, MettaNEWS – Bayu Fedra, mahasiswa Teknik Informatika Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) UMS, berhasil menembus salah satu konferensi keamanan siber paling prestisius di dunia, Black Hat Middle East and Africa (MEA) di Riyadh, Arab Saudi, dan Black Hat Europe di London, Inggris.

Fedra dipercaya menjadi pembicara (speaker) dalam Black Hat MEA yang digelar pada 2–4 Desember 2025 di Riyadh, kemudian melanjutkan presentasi pada ajang Black Hat Europe di London pada 8–11 Desember 2025. Menariknya, pada Black Hat MEA, Fedra menjadi satu-satunya pembicara asal Indonesia.

Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini sejalan dengan komitmen UMS dalam mendorong rekognisi dan eksposur internasional bagi mahasiswa.

“Eksposur internasional tidak hanya kami dorong melalui kompetisi, tetapi juga melalui seminar, simposium, hingga workshop internasional. Kami bangga mahasiswa UMS dipercaya menjadi pembicara di forum cyber security dunia yang digelar di Arab Saudi dan Inggris,” jelas Ihwan, Selasa (13/1).

Ia menegaskan, UMS terus memberikan dukungan dan apresiasi kepada mahasiswa yang memiliki talenta unggul, khususnya di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

“Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berani bersaing dan berprestasi di tingkat global,” imbuhnya.

Black Hat MEA dikenal sebagai salah satu konferensi keamanan siber terbesar dan paling bergengsi di dunia, setara dengan “piala dunia” di bidang cyber security. Ajang ini rutin digelar di berbagai kawasan global dan diikuti oleh ribuan profesional, peneliti, serta perusahaan teknologi ternama dunia.

Fedra mengungkapkan, reputasi Black Hat sangat tinggi dan proses seleksi untuk menjadi pembicara sangat ketat.

“Black Hat adalah event nomor satu di dunia cyber security. Tidak mudah untuk bisa lolos sebagai speaker,” ungkapnya.

Tahun ini, Fedra mengajukan proposal presentasi ke dua ajang sekaligus, yakni Black Hat MEA dan Black Hat Europe. Keduanya dinyatakan lolos. Dalam Black Hat MEA, ia menjadi satu-satunya pembicara dari Indonesia, sementara peserta lain dari Tanah Air hadir dalam kategori kompetisi Capture The Flag (CTF).

Konferensi Black Hat MEA digelar di venue bekas pangkalan militer di Riyadh dengan skala sangat besar dan dihadiri puluhan ribu peserta dari berbagai negara. Sejumlah perusahaan teknologi kelas dunia seperti Google Cloud, AWS, hingga Starlink turut meramaikan acara dengan memamerkan inovasi terbaru.

Dalam forum tersebut, Fedra mempresentasikan proyek riset di bidang keamanan siber yang berfokus pada penilaian keamanan IP address untuk mengukur potensi risiko dan tingkat keamanannya.

“Proyek ini relatif baru dan belum pernah dibuat sebelumnya,” imbuhnya.

Dekan FKI UMS, Dr. Endah Sudarmilah, S.T., M.Eng., turut menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

Sementara itu, Fedra berharap keikutsertaannya dalam konferensi internasional ini dapat memberikan dampak positif bagi UMS serta memotivasi mahasiswa Indonesia untuk berani bersaing di tingkat global.

“Kuliah di UMS bisa membawa kita sampai ke level internasional. Semoga semakin banyak mahasiswa Indonesia yang percaya diri dan termotivasi mengikuti ajang global,” pungkasnya.