Hari Desa Nasional 2026, Wagub Taj Yasin Sebut 97,25 Persen Desa di Jateng Sudah Miliki BUMDes, Saatnya Bersinergi dengan Koperasi Merah Putih

oleh
oleh

BOYOLALI, MettaNEWS — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) guna memperkuat pertumbuhan ekonomi desa dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Taj Yasin saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Rabu (14/1/2026).

“Dengan adanya Koperasi Merah Putih, kepala-kepala desa fokusnya ke koperasi. Sehingga dengan adanya lomba BUMDes ini saya berharap BUMDes bisa berkolaborasi dan bersinergi dengan Koperasi Merah Putih,” terang Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin.

Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gus Yasin menilai sinergi antara BUMDes dan KDKMP menjadi langkah strategis untuk mempercepat penguatan ekonomi desa sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan.

Ia memaparkan, dari total 7.810 desa di Jawa Tengah, sebanyak 7.595 desa atau 97,25 persen telah memiliki BUMDes. Sementara itu, masih terdapat 215 desa yang belum membentuk BUMDes.

Dari jumlah tersebut, tercatat 6.695 BUMDes atau 85,72 persen telah melakukan input pemeringkatan, dengan rincian kategori perintis sebanyak 2.878 BUMDes (46,69 persen), pemula 1.922 BUMDes (31,18 persen), berkembang 1.269 BUMDes (20,59 persen), dan maju sebanyak 95 BUMDes (1,54 persen). Adapun BUMDes yang belum melakukan input pemeringkatan mencapai 1.115 BUMDes atau 14,27 persen.

“Sehingga memang perlu terus kita dorong,” tegasnya.

Gus Yasin juga menyampaikan, hingga akhir September 2024, baru 2.985 BUMDes atau 38,22 persen yang telah berbadan hukum. Ia berharap momentum Hari Desa Nasional dapat memperkuat komitmen pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal melalui penguatan kelembagaan ekonomi desa.

“Semoga Jawa Tengah dan Indonesia, lewat desa semakin makmur,” tandasnya.

Selain itu, Taj Yasin menilai penyelenggaraan Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya sektor jasa dan usaha kecil.

“Luar biasa acaranya. Saya yakin pergerakan ekonomi ini akan mengungkit pertumbuhan ekonomi Kabupaten Boyolali dan sekitarnya,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan bahwa penguatan ekonomi desa harus dilakukan melalui langkah-langkah konkret, salah satunya dengan mendorong pelaku usaha desa agar naik kelas.

“Ini adalah cara konkret membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, sekaligus pemberantasan kemiskinan,” katanya.

Yandri juga mengapresiasi kesiapan Jawa Tengah, khususnya Boyolali, sebagai tuan rumah Hari Desa Nasional 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi desa sekaligus menegaskan peran desa sebagai penggerak utama ekonomi nasional.

“Dengan pameran produk unggulan desa, kita ingin memastikan desa bukan lagi pemain pinggiran, tetapi menjadi pemain utama ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes, Tabrani, menyampaikan bahwa pameran produk unggulan desa menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian peringatan Hari Desa Nasional 2026. Lebih dari 90 pelaku UMKM, termasuk BUMDes terbaik, turut ambil bagian.

“Pameran ini menjadi wadah promosi, apresiasi, dan penguatan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan,” pungkasnya.