Seminar Parenting SD Muhammadiyah PK Solo, Separuh Orang Tua Hadir Adalah Ayah

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo menggelar Seminar Parenting yang dirangkaikan dengan penerimaan Laporan Hasil Belajar Murid Semester I Tahun Ajaran 2025/2026, sekaligus menyukseskan Program GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor), Sabtu (20/12/2025), di Emerald Ballroom Solo Paragon Hotel.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 451 orang tua murid kelas I hingga VI. Menariknya, sekitar 50 persen dari peserta yang hadir merupakan ayah. Tingginya partisipasi ayah ini dinilai sebagai sinyal positif meningkatnya keterlibatan figur ayah dalam pendidikan anak di tingkat sekolah dasar.

Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Nursalam, menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua murid atas sinergi yang telah terjalin selama satu semester pembelajaran. Menurutnya, peran aktif orang tua sangat strategis dalam mendukung perkembangan akademik maupun pembentukan karakter murid.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua murid yang telah membersamai proses belajar anak-anak selama satu semester ini. Sinergi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan,” tutur Nursalam.

Ia menambahkan, seminar parenting yang digelar bersamaan dengan pembagian rapor menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan antara orang tua dan sekolah. Melalui kegiatan ini, orang tua diajak menyamakan visi dan nilai pendidikan demi tumbuh kembang anak yang optimal.

“Ketika nilai-nilai pendidikan di rumah dan di sekolah selaras, anak-anak akan tumbuh lebih mandiri, berkarakter, dan bertanggung jawab,” katanya.

Seminar parenting tersebut menghadirkan Muchsin Ridlo, yang akrab disapa Bang Ridlo, seorang School Growth & AI Strategist, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa orang tua merupakan fondasi utama pembentukan karakter anak dan mitra strategis sekolah dalam proses pendidikan.

“Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Pendidikan karakter justru dimulai dari rumah. Jika aturan di rumah dan di sekolah sejalan, anak akan lebih mudah belajar tentang adab, kemandirian, dan tanggung jawab,” jelas Muchsin.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Program GEMAR yang mendorong keterlibatan ayah dalam pengambilan rapor. Menurutnya, kehadiran ayah memiliki dampak psikologis yang kuat bagi anak.

“Kehadiran ayah saat mengambil rapor bukan sekadar formalitas, tetapi pesan kuat bahwa ayah terlibat, peduli, dan bertanggung jawab terhadap pendidikan anak,” tambahnya.

Program GEMAR yang terintegrasi dalam kegiatan ini dinilai berjalan cukup sukses. Tingginya kehadiran ayah menunjukkan adanya perubahan positif dalam budaya keterlibatan orang tua, khususnya figur ayah, dalam pendidikan dasar.

Di akhir seminar, seluruh orang tua yang hadir diajak membaca ikrar bersama sebagai bentuk komitmen untuk berjuang bersama guru dan sekolah dalam mendidik generasi masa depan yang beradab.

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan strategis antara sekolah dan keluarga dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter, mandiri, dan berdaya saing.