Bajaj Maxride Dorong Keberlangsungan Pariwisata Kota Solo, Berencana Hadirkan Pick Up Point Wisatawan di Kampung Batik Kauman

oleh
Bajaj Maxride
Bajaj Maxride akan hadirkan pick up point atau selter wisata di Kampung Batik Kauman Solo | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Bajaj Maxride berkomitmen untuk mendorong keberlangsungan patiwisata di Kota Solo. Menyusul kota-kota besar sebelumnya seperti Yogyakarta yang telah lebih dulu merasakan manfaat hadirnya Bajaj Maxride di sektor wisata Kota Gudeg itu.

Memilih Kampung Batik Kauman, Bajaj Maxride berencana untuk membuat pick up point atau selter pariwisata yang mampu mewadai pelancong yang datang ke Kota Solo.

“Kami berkomitmen untuk keberlangsungan atau sustainbility pariwisata Kota Solo. Kebermanfaatan kami itu datangnya bukan hanya dari online, driver kami kebanyakan untuk kegiatan pariwisata, itu yang ingin kami reaplikasikan di Solo, setelah di Jogja,” terang Bayu Subollah. Regional Manager Bajaj Maxride Jawa Tengah, Selasa (23/13/2025).

Bajaj Maxride yang merupakan moda transportasi darat beroda tiga memungkinkan untuk menjelajahi sudut-sudut kecil di Kota Solo. Seperti halnya
Kampung Batik Kauman yang merupakan lokasi wisata, Bajaj Maxride siap hadir untuk menyusuri gang-gang kecil dan menghadirkan pengalaman berwisata yang seru.

“Itu sebabnya kami pilih Kampung Batik Kauman sebagai bentuk komitmen kami untuk membangun pariwisata yang memang susah dijangkau oleh kendaraan-kendaraan yang saat ini pada umumnya kendaraan besar. Kampung Batik yang ada di Kota Solo, Kauman, Laweyan, Keprabon dan kota lainnya yang masuk-masuk gang, ini sangat cocok untuk jenis kendaraan seperti ini,” urainya.

Selain membantu mobilitas wisatawan, Bajaj Maxride juga hadir untuk membantu efisiensi UMKM. Bajaj menjadi solusi yang sangat relevan bagi UMKM, khususnya dalam hal pengiriman barang secara instan.

Dengan kapasitas angkut yang besar hingga kurang lebih 300 kilogram, UMKM dapat mengirimkan produk dalam jumlah banyak dengan biaya yang tergolong sangat murah.

Selain itu, Bajaj juga sangat cocok digunakan dalam mendukung bisnis parwisata termasuk arena fleksibel, mudah menjangkau lokasi wisata, dan mampu meningkatkan aksesibilitas.

“Keberadaan kami tidak hanya untuk online tapi mensupport pariwisata dan UMKM yang ada di Kota Solo. Kami baru satu bulan, setelah tahun baru kita akan coba koordinasi dengan Pemkot terutama untuk pariwisata dan UMKM,” kata Bayu.

Manajemen Bajaj Maxride telah berkoordinasi dengan Ketua Komunitas UMKM Kampung Batik Kauman. Rencananya di Januari 2026, pihaknya akan menggelar event untuk mensupport UMKM Kauman.

“Kemungkinan ke depannya kami akan membuat pick up poin atau setter di Kampung Batik Kauman. Dan kami juga saat ini sedang berupaya untuk melakukan diskusi lebih lanjut dengan Pokdarwis dan Ketua Umum UMKM setempat,” ujarnya.

Di tahun 2026 Bajaj berencana untuk terus bekerjasama dan berkolaborasi dengan 6 Kampung Wisata yang dicanangkan oleh pemerintah kota Surakarta yakni Kampung Wisata Batik Kauman, Kampung Wisata Laweyan, Kampung Wisata Baluwarti, Kampung Wisata Kemlayan, Kampung Wisata Jayengan dan Kampung Wisata Keprabon.

“Demi mendukung agenda
pariwisata yang telah dicanangkan oleh pemerintah Kota Surakarta,” tambahnya.

Bajaj Maxride berencana untuk ekspansi pasar Soloraya. Namun sebelum itu, manajamen akan memfokuskan diri dalam memberikan kebermanfaatannya di Kota Solo melalui 40 – 50 unit yang ada.