Langgam Bengawan Solo Melantun Merdu di Event G20 

oleh
oleh
gamelan
Sanggar Gedong Kuning Solo melantunkan langgam-langgam Jawa menghibur tamu delegasi G20 | Metta News / Puspita

SOLO, Metta NEWS – Kota Solo benar-benar total dalam menyambut tamu delegasi negara peserta G20. Sebagai tuan rumah, Solo mempersiapkan dengan apik dan detail persiapan hingga sajian kebudayaan yang ditampilkan. 

Penyambutan awal saat tamu negara mulai check in di Alila Hotel Solo disambut dengan  tarian-tarian Solo Batik Carnival (SBC) dan alunan gending gamelan yang dimainkan secara live. 

Selama penyelenggaraan, di area luar berlangsungnya konferensi ada booth-booth yang menampilkan seni budaya kota Solo seperti live workshop pembuatan wayang kulit dari Sanggar Wayang Gogon, pameran batik, pameran mebel furniture dan penampilan live gamelan dari Sanggar Gedong Kuning Solo. 

Sanggar Gedong Kuning membawa 4 personil yang menempati posisi gendang, siter, gender, slenthem dan gong kemodhong serta 1 sinden yang membawakan langgam-langgam Jawa. 

Pimpinan Sanggar Gedong Kuning, Pujiyono mengatakan pada gelaran G20 ini tim nya menampilkan Siteran dengan alat dan venue minimalis. 

“Di sini kalau diberi gamelan lengkap ga cukup, ruangannya harus lebar jadi ini siteran dengan langgam-langgam Jawa,” ujar Pujiyono yang juga selaku Kepala Seksi Pengolahan Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Solo.

Menghibur peserta delegasi dari berbagai negara selama dua hari, Rabu – Kamis (30-31/3/2022) Pujiyono dan tim nya menyiapkan 100 an stok langgam. Pujiyono dan tim nya juga telah siap menyambut saat kedatangan para delegasi pada hari Selasa (29/3/2022) kemarin. 

“Kita menyesuaikan situasi, mungkin kalau ada yang mau request kalau kita bisa pasti kita tembangkan. Yang paling terkenal langgam Bengawan Solo tentu kami tampilkan. Tapi sejauh ini belum ada yang request mungkin karena orang luar negeri jadi tidak paham mau request apa,” terang Pujiyono. 

Gamelan mempunyai dua laras yakni Slendro dan Pelog. Yang disajikan oleh Sanggar Gedong Kuning ini adalah Laras Slndro. 

“Perbedaannya ya ada langgam yang bisa ditembangkan dengan Laras Slendro, ada yang hanya bisa di Laras Pelog,” jelasnya. 

Sanggar Seni Gedong Kuning yang berada di daerah Jajar Solo ini berdiri sejak tahun 2017. 

“Kemarin kami langsung ditawari dari Kementerian untuk mengisi dan menghibur para tamu negara dengan langgam Jawa, kebudayaan asli Solo,” pungkasnya.