Jawa Tengah Jadi Lokasi Perdana Peluncuran Campus Immigration Point di Indonesia, Resmi Dibuka di Universitas Diponegoro

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS — Provinsi Jawa Tengah menjadi lokasi pertama di Indonesia yang menghadirkan Campus Immigration Point, sebuah layanan keimigrasian terintegrasi yang ditempatkan di lingkungan perguruan tinggi.

Peresmian yang digelar di Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, serta secara langsung diresmikan oleh Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto.

“Alhamdulillah ini untuk pertama kalinya di Indonesia. Kita resmikan Campus Immigration Point yang hadir di Universitas Diponegoro,” ujar Menteri Agus dalam sambutannya.

Melalui fasilitas ini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari:

  • pembuatan paspor baru,

  • penggantian paspor,

  • pengurusan paspor hilang atau rusak,

  • hingga perpanjangan izin tinggal bagi warga negara asing (WNA).

Semua layanan diberikan dalam satu tempat yang berada di lingkungan kampus demi mempermudah akses mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum.

Agus menjelaskan bahwa layanan ini merupakan terobosan untuk mendekatkan layanan imigrasi kepada masyarakat, khususnya di Jawa Tengah. Tersedianya layanan ini juga diharapkan dapat mendorong Undip menuju visi World Class University.

Menteri Imipas mengungkapkan bahwa kementeriannya saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemensaintek) serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menyusun perubahan peraturan pemerintah terkait tarif khusus PNBP dan izin tinggal mahasiswa asing.

“Kami juga sedang menyusun peraturan menteri terkait kemudahan layanan imigrasi bagi mahasiswa dan dosen asing,” terangnya.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat mahasiswa internasional untuk menempuh studi di Indonesia dan mendorong peningkatan ranking perguruan tinggi nasional di kancah global.

Rektor Undip, Suharnomo, menyampaikan apresiasinya atas hadirnya layanan imigrasi di tengah institusi pendidikan.

“Fasilitas itu sangat relevan mengingat Undip menjalin kemitraan dengan banyak universitas luar negeri,” tuturnya.

Pihaknya berharap langkah kolaborasi ini dapat menjadi pintu masuk memperluas kerja sama internasional antar perguruan tinggi serta meningkatkan mobilitas akademik di Indonesia.