Cara Unik Lorin Group Solo Peringati Hari Pahlawan,Gowes Wisata Sejarah Sepanjang Jalan Slamet Riyadi

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Ada cara unik yang dilakukan Lorin Group Solo dalam memperingati Hari Pahlawan 10 November 2025. Tak sekadar upacara atau ziarah, tahun ini manajemen dan karyawan diajak mengikuti kegiatan wisata sejarah bersama komunitas Soerakarta Walking Tour (SWT) — sebuah komunitas pecinta sejarah yang kerap mengedukasi masyarakat lewat kegiatan berjalan-jalan menyusuri situs bersejarah di Kota Bengawan.

Mengusung tema “Wheels Tour: Menyusuri Jejak Pahlawan di Kota Solo”, para peserta menggunakan skuter listrik untuk menelusuri berbagai landmark bersejarah di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, mulai dari Loji Gandrung hingga Monumen Kenpeitai. Meskipun sempat diguyur hujan, antusiasme peserta tetap tinggi.

Perjalanan dimulai dari Loji Gandrung, rumah bersejarah milik pengusaha perkebunan Belanda, Augustinus Dezentje, yang pada masa revolusi kemerdekaan digunakan sebagai markas militer di bawah pimpinan Kolonel Gatot Subroto, Gubernur Militer Surakarta kala itu.

Ketua SWT, Muhammad Aprianto, yang menjadi pemandu, menceritakan berbagai kisah perjuangan yang terjadi di setiap lokasi yang dikunjungi. Dari Loji Gandrung, rombongan melanjutkan perjalanan ke Ndalem Kalitan, kediaman putri tertua Sri Susuhunan Paku Buwana X yang kemudian dimiliki oleh keluarga Ibu Tien Soeharto pada tahun 1960-an.

“Ornamen Mangkunegaran sangat kuat di Ndalem Kalitan. Hal ini tak lepas dari garis keturunan Ibu Tien Soeharto yang berasal dari KGPAA Mangkoenagoro III,” jelas Apri.

Destinasi berikutnya adalah Monumen Ranggawarsita di kompleks Museum Radya Pustaka. Di sini, peserta mendengarkan kisah sang pujangga Karaton yang diangkat pada tahun 1844 dan diabadikan lewat monumen yang diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 10 November 1953.

Perjalanan ditutup di Monumen Kenpeitai, kini kawasan Hotel Cakra, tempat terjadinya peristiwa penyerbuan pejuang Surakarta pada 1 Oktober 1945 yang menewaskan Arifin, pejuang pertama yang gugur di Solo saat revolusi kemerdekaan.

Personnel Manager Acting Lorin Group Solo, Aris Hermanto, mengatakan kegiatan kali ini menjadi bentuk refleksi sekaligus pembelajaran sejarah yang menyenangkan bagi karyawan.

“Tujuannya bukan hanya menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap perjuangan bangsa, tetapi juga meningkatkan pengetahuan tentang sejarah kemerdekaan di Kota Solo,” ujarnya.

Menurut Aris, Lorin Group setiap tahun rutin memperingati Hari Pahlawan dengan berbagai kegiatan bernuansa kebangsaan, seperti ziarah ke Taman Makam Pahlawan, acara bersama veteran di Gedung Djoeang, hingga kunjungan ke Astana Giri Bangun. Tahun ini, konsep wisata sejarah dipilih agar lebih interaktif dan edukatif.

Salah satu peserta, Galuh, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Seru banget! Ternyata tempat-tempat yang setiap hari kita lewati punya kisah perjuangan luar biasa. Saya jadi lebih menghargai sejarah Kota Solo,” ujarnya.