Karanganyar Dorong Inovasi Belajar, Gandeng Nyalanesia Terapkan Game Based Learning di SMP

oleh
oleh
Kepala Bidang SMP Disdikbud Karanganyar Joko Purwanto dan Direktur Program Nyalanesia Khabib Bima Setiyawan pada pembukaan Workshop & Sosialisasi Nyalagames: Implementasi 3 Prinsip Pembelajaran Mendalam melalui Game Based Learning di Aula Disdik Karanganyar, Selasa (7/10/2025) | MettaNEWS / Puspita

KARANGANYAR, MettaNEWS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan platform edukasi Nyalanesia menggelar Workshop & Sosialisasi Nyalagames, Implementasi 3 Prinsip Pembelajaran Mendalam melalui Game Based Learning bagi para kepala SMP se-Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan ini merupakan upaya percepatan implementasi kebijakan Pembelajaran Mendalam (PM) dari Kemendikdasmen RI, yang mengusung tiga prinsip utama: berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Melalui pendekatan ini, pembelajaran diarahkan agar murid aktif, memahami tujuan belajar, terhubung secara emosional, dan memperoleh pengalaman yang kontekstual.

“Ini adalah salah satu bentuk digitalisasi pembelajaran yang kami dorong. Nyalanesia menjadi alternatif menarik untuk mendekatkan dunia belajar dengan keseharian anak-anak zaman sekarang,” ujar Joko Purwanto, S.Si., M.Si., Kepala Bidang SMP Disdikbud Karanganyar.

Joko menegaskan bahwa pendekatan seperti Game Based Learning (GBL) penting untuk menjawab tantangan rendahnya motivasi belajar siswa dan tingginya ketergantungan pada gim dan media sosial.

“Ini bukan paksaan, tetapi alternatif. Silakan didiskusikan dengan guru-guru lain dan sesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan masing-masing,” ujar Joko.

Nyalanesia sendiri memperkenalkan platform Nyalagames sebagai solusi praktis. Aplikasi ini menyediakan permainan edukatif berbasis literasi, numerasi, sains, hingga kewarganegaraan, lengkap dengan fitur penyusunan soal dan asesmen bagi guru.

“Di dalamnya, siswa seperti bermain game, tapi sambil belajar. Mereka harus melewati tantangan untuk bisa menjawab soal,” jelas Khabib Bima Setiyawan, Direktur Program Nyalanesia.

Platform ini telah diujicobakan di 48 sekolah dan kini diakses oleh lebih dari 230 sekolah di Indonesia. Menurut Khabib, Nyalagames mendukung Kurikulum Merdeka dan menawarkan solusi terhadap dikotomi antara belajar dan bermain yang selama ini membingungkan guru, orang tua, dan siswa.

Disdikbud Karanganyar berharap workshop ini mendorong para kepala sekolah untuk berbagi praktik baik di sekolah masing-masing dan melibatkan lebih banyak guru dalam mengimplementasikan pendekatan GBL secara mandiri.