Pacu Adrenalin! Para Crosser Ditantang Taklukan Lintasan Berat Trial Game Dirt Sirkuit Lapangan Gentan Sukoharjo

oleh
Trial Game Dirt
M. Zidane (kiri) dan Asep Lukman (kanan) saat menaklukkan rintangan Trial Game Dirt putaran keempat di Sirkuit Lapangan Gentan Sukoharjo, Jumat (26/9/2025) | Dok. TGD

SUKOHARJO, MettaNEWS – Tempo tinggi dan persaingan sengit mewarnai race hari pertama putaran keempat kejuaraan motocross dan grasstrack bergengsi Trial Game Dirt (TGD) 2025 di Sirkuit Lapangan Gentan, Sukoharjo, Jumat (26/9).

Layout Sirkuit Lapangan Gentan dengan penataan handicap alias rintangan yang berbeda jika dibandingkan dengan seri-seri sebelumnya menjadi salah satu tantangan berat buat para peserta.

Proses adaptasi yang sempurna menjadi kunci bagi para rider untuk bisa meraih catatan waktu tercepat dalam kejuaraan besutan 76 Rider ini.

Berbagai jenis rintangan seperti bigfoot jump, double car jump, jumpingan patah, giant table top, titian cobra, jumpingan kurma royal, dan jumping tong yang memberikan kesulitan sekaligus memacu adrenalin, masih menjadi bagian dari tantangan yang dihadirkan Trial Game Dirt 2025 di putaran keempat ini.

“Dengan layout sirkuit dan posisi handicap yang berubah ini membuat para rider tidak cukup mengandalkan hafalan saja. Tapi harus mampu mengeluarkan performa maksimal untuk menaklukkan lintasan,” ujar Abed Nego Antoro dari Genta Auto & Sport selaku promotor.

Mochammad Rihan, rider asal Sukoharjo  menyebut Sirkuit Lapangan Gentan punya karakter lintasan dan handicap yang menantang. Bagi rider yang berlaga di kelas FFA Open dan Campuran Non Seeded, hal ini bukan perkara mudah untuk jadi kampiun di Trial Game Dirt.

“Bisa dibilang cukup sulit, terutama tekstur tanahnya yang kering sehingga harus lebih hati-hati. Tapi di sisi lain juga cukup banyak track lurus, sehingga bisa gaspol dan high speed,” ujarnya.

Pada race hari pertama ini, M. Zidane konsisten menampilkan performa impresif kelas FFA Open, sejak sesi Heat 1 hingga Heat 2.

Total 50 poin berhasil dikemasnya setelah pada Heat 2 menorehkan waktu tercepat 2 menit 00.906 detik. Diikuti Lantian Juan yang menyodok urutan kedua dengan meraup 44 poin. Posisi ketiga ditempati Ananda Rigi dengan koleksi 40 poin.

Di kelas Campuran Open, giliran Lantian Juan memimpin perolehan poin. Total 44 poin berhasil dikumpulkan setelah konsisten mengamankan posisi finish kedua di Heat 1 dan Heat 2.

Namun M. Zidane memberi tekanan besar dan menempel ketat di belakang Lantian Juan dengan total 43 poin. Jumlah poin yang sama dikantongi rider asal Boyolali Asep Lukman yang harus puas di urutan ketiga.

Status juara putaran keempat untuk masing-masing kelas masih akan ditentukan pada Sabtu (27/9) besok, dengan balapan pada sesi Heat 3 dan Heat 4.

Termasuk dilombakannya kelas tambahan FFA Master. Akumulasi poin terbanyak dan ketepatan dalam menaklukkan rintangan akan jadi penentu siapa yang berhak naik podium tertinggi di seri keempat.

Tak hanya seru di lintasan, seri keempat TGD 2025 juga diramaikan dengan konsep sportainment seperti live music dari Nasa band dan Matthew in Rio, handlebar race, estafet fun game, dan aksi BMX Freestyle dari Wendy and Friends.

Berbagai trik seru dan menantang ditampilkan oleh para freestyler, seperti aksi 360, backflip, tailwhip, dan beragam trik ekstrim lainnya.