SOLO, MettaNEWS – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama BPC Hipmi Kota Surakarta menggelar kegiatan Kemitraan Pelaku Usaha (Matchmaking) 2025 pada Kamis (25/9/2025) di Solo’s Bistro Surakarta.
Acara ini mengangkat tema “Mewujudkan Iklim Usaha yang Kondusif melalui Kemitraan Usaha dalam Rangka Menjaga Pertumbuhan Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan”.
Kegiatan ini mempertemukan para pelaku usaha anggota HIPMI Surakarta dengan para pelaku UMK binaan UMKM Center (PLUT Dinkop UKM dan Perindustrian).
Melalui forum ini, kedua belah pihak berkesempatan berbagi pengalaman, menjalin komunikasi, hingga membangun jejaring kemitraan.
Acara dibuka dengan penyampaian profil usaha dari beberapa perwakilan HIPMI, yakni Ryo Juara, Adhita Dea Kharisma, perwakilan Wou Batik, Yi Cha Cha, dan Gudeg Sumringah.
Mereka berbagi kiat pengembangan usaha di tengah persaingan yang semakin dinamis. Setelah itu, peserta mengikuti sesi diskusi untuk menggali potensi kerja sama yang bisa dikembangkan.
Momentum penting terjadi saat dilakukan penandatanganan kerja sama antara dua pelaku usaha Hipmi dengan empat pelaku UMK binaan. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi UMKM untuk naik kelas, sekaligus memperkuat ekosistem bisnis di Kota Surakarta.
Ketua Umum BPC Hipmi Kota Surakarta, Wahyu Adi Wibowo juga menegaskan komitmennya dalam mendukung UMKM agar mampu bersaing di level internasional.
Salah satunya melalui program UMKM Go Global yang diinisiasi Hipmi Jawa Tengah. Program tersebut menjemb0atani pelaku UMKM lokal untuk mengembangkan pasar hingga ke arah ekspor.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan UMKM binaan agar mampu menembus pasar global, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Surakarta,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan Matchmaking 2025, DPMPTSP dan Hipmi Surakarta berharap sinergi pelaku usaha besar dan UMK semakin erat, menciptakan iklim usaha yang kondusif, sekaligus mempercepat laju investasi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kota Surakarta.








