SOLO, MettaNEWS – Masjid Al Mukkaromah Solo kembali menggelar pengajian rutin pada Jumat malam (29/8/2025). Hadir sebagai pembicara, Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dwi Jatmiko, yang datang bersama istri dan anaknya. Kajian tersebut dipadati jamaah yang antusias mengikuti tausiyah.
Dalam kesempatan itu, Ustaz Jatmiko mengangkat tema “Bertransaksi dengan Allah Pasti Untung”. Ia menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an secara rutin, menadabburinya, serta mengamalkan kandungannya melalui ibadah, terutama salat.
Mengutip surat Fathir ayat 29-30, ia menjelaskan bahwa Allah memberikan balasan yang jauh lebih besar daripada apa yang “dijual” oleh hamba-Nya.
“Hidup itu seperti menunggu salat. Bertransaksi dengan Allah pasti untung. Semoga siapa pun yang hari ini menjadi korban koperasi atau BMT berbasis syariah yang gagal bayar kepada nasabah sesuai kesepakatan, ataupun yang terjerat pinjaman online tetap sabar. Itu ujian terhadap harta,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keuntungan sejati dapat diraih ketika seorang hamba mampu mendirikan salat dengan khusyuk.
“Waktu salat seorang hamba bisa berkomunikasi dengan Allah dengan sangat baik sehingga berbuah ketenteraman jiwa dan kebahagiaan. Apapun masalahnya, Allah Maha Kaya, Ar-Razzaq,” jelasnya.
Sebagai Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo, Jatmiko juga mengingatkan jamaah bahwa keberuntungan lainnya adalah senang berinfak.
“Baik dalam keadaan lapang maupun sempit, berbagi harta kepada orang-orang yang membutuhkan berarti kita telah bertransaksi dengan Allah,” tuturnya.
Ia kemudian mengutip pesan ulama: “Man araada ay yatakallama ma’allah fa’alaihi bitilawatil qur’aan” yang berarti, “Barang siapa ingin berlama-lama berbicara dengan Allah, bacalah Al-Qur’an.” Menurutnya, berinteraksi dengan Al-Qur’an tidak cukup hanya membaca, tetapi juga menadabburi sehingga melahirkan kenikmatan batin.
“Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28: ‘Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.’ Membaca Al-Qur’an adalah bentuk zikir yang mendatangkan ketenangan hati,” tambahnya.
Ia menutup tausiyah dengan ajakan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an.
“Seolah-olah ayat-ayat yang dibaca adalah hidangan lezat turun dari langit. Marilah kita tingkatkan membaca Al-Qur’an, karena inilah satu-satunya pembicaraan yang menghubungkan kita dengan Allah, sebab Al-Qur’an adalah kalam-Nya,” pungkasnya.








