SOLO, MettaNEWS – Sasana Krida Kusuma atau Gedung Wanita Solo merayakan ulang tahun ke-40 dengan tema “4 Dekade dari Wanita untuk Bangsa”.
Perayaan ini menjadi momen refleksi atas peran gedung ikonik tersebut sebagai pusat pertemuan, kebudayaan, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan di Solo.
Sejak berdiri tahun 1982 Gedung Wanita telah menjadi saksi ribuan peristiwa penting, mulai dari resepsi pernikahan, seminar, konferensi, hingga pertunjukan seni.
“Gedung ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang pertemuan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan, pemberdayaan, dan pengembangan potensi perempuan, sekaligus menggerakkan kegiatan sosial, budaya, dan pendidikan,” kata Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani dalam sambutannya, Rabu (27/8/2025) malam.
Astrid juga mengenang momen pernikahannya dengan sang suami Poernomo Warasto yang digelar di Gedung Wanita pada Desember 2007. Kala itu, hujan deras dan banjir melanda Solo, namun di Gedung Wanita tepat pada malam resepsi tidak hujan sama sekali.
“Pernikahan kami juga dihadiri Wali Kota Solo saat itu, yang kini menjadi Presiden ke-7, Bapak Joko Widodo. Jadi sangat bersejarah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, alasan keluarganya memilih gedung tersebut karena nilai sakral dan budaya Jawa yang diusung.
Malam puncak perayaan HUT ke-40 diisi Gala Dinner serta sendratari “Perjalanan Gedung Wanita” yang merefleksikan perjalanan gedung sejak berdiri hingga menjadi ikon Solo. Komedian senior Yati Pesek turut tampil memeriahkan acara, menciptakan suasana hangat dan berkesan.
General Manager Sasana Krida Kusuma, Nur Retno Ari Wulan, menjelaskan perayaan ini telah dirangkai dengan berbagai kegiatan sejak awal 2025.
“Kami menggelar program Romansa Peduli, Romansa Kebaya, Romansa Kartini, hingga Romansa Ramadhan bekerja sama dengan Solo Radio, yang juga membuka ruang bagi UMKM,” paparnya.
Gedung Wanita, yang dibangun atas prakarsa tokoh perempuan Indonesia termasuk mantan Ibu Negara Tien Soeharto, kini terus berkomitmen pada visinya: dari wanita, untuk bangsa; dari masyarakat, untuk masyarakat.
Astrid menegaskan, peringatan 40 tahun ini menjadi pengingat pentingnya merawat kebersamaan, memperkuat solidaritas, dan menghidupkan nilai-nilai luhur yang diwariskan.
Dengan fasilitas lengkap dan layanan profesional, Sasana Krida Kusuma tetap menjadi pusat kebersamaan dan simbol strategis peran perempuan dalam pembangunan Kota Solo.








