YOGYAKARTA, MettaNEWS — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta mencatat lebih dari 1 juta penumpang telah memanfaatkan layanan Face Recognition (FR) untuk naik kereta api selama periode Januari hingga Juni 2025. Teknologi ini menjadi simbol transformasi layanan KAI menuju sistem transportasi yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Menurut Feni Novida Saragih, Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, layanan FR bukan hanya memberikan kepraktisan, tetapi juga bagian dari komitmen jangka panjang KAI untuk menciptakan ekosistem transportasi publik yang hijau dan efisien.
“Face Recognition bukan sekadar kemudahan. Ini adalah langkah nyata menuju masa depan transportasi Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Feni, Senin (4/8/2025).
Data semester pertama 2025 mencatat:
Stasiun Yogyakarta: 553.429 pengguna FR
Stasiun Lempuyangan: 233.397 pengguna
Stasiun Solo Balapan: 232.516 pengguna
Total pengguna FR: 1.019.342 penumpang
Proses Registrasi Mudah Lewat Aplikasi Access by KAI
Penumpang yang ingin menikmati kemudahan layanan FR dapat mendaftar langsung melalui aplikasi Access by KAI. Beberapa langkah yang perlu dilakukan meliputi:
Unduh atau perbarui aplikasi Access by KAI
Daftar akun dan masuk ke menu “Akun”
Pilih “Registrasi Face Recognition”
Setujui syarat & ketentuan
Isi data diri dan unggah foto selfie
Klik “Daftar Sekarang” untuk menyelesaikan proses
Setelah terdaftar, penumpang cukup memindai wajah di pintu masuk stasiun tanpa mencetak tiket fisik.
“Cukup datang ke stasiun, scan wajah, dan langsung masuk ke peron. Prosesnya cepat, aman, dan tanpa kertas,” tambah Feni.
Data Aman, Kendali di Tangan Penumpang
Feni menegaskan bahwa keamanan data pelanggan menjadi prioritas. Data wajah hanya disimpan maksimal satu tahun dan dapat dihapus kapan saja atas permintaan. Kendali penuh tetap di tangan pelanggan.
“KAI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih perjalanan yang lebih praktis dan ekologis bersama teknologi Face Recognition,” ungkap Feni.
KAI terus mendorong masyarakat untuk beralih ke layanan digital sebagai bagian dari upaya mewujudkan transportasi publik yang modern, aman, nyaman, dan berkelanjutan.
“Setiap perjalanan, setiap pemindaian wajah, adalah bagian dari cerita besar Indonesia menuju masa depan transportasi yang lebih baik,” tutup Feni.








