Taj Yasin: Temuan Speling di Brebes Jadi Alarm Serius, 30% Remaja dan Mayoritas Ibu Hamil Bermasalah Gizi

oleh
oleh
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengingatkan pentingnya perhatian serius terhadap masalah gizi remaja dan ibu hamil di Jawa Tengah | MettaNEWS / Puspita

BREBES, MettaNEWS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengingatkan pentingnya perhatian serius terhadap masalah gizi remaja dan ibu hamil di Jawa Tengah, menyusul temuan mencengangkan dalam layanan Spesialis Keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Brebes.

Dalam kegiatan yang menjadi bagian dari peluncuran Gerakan Rabu Pon di Desa Padakaton, Kecamatan Ketanggungan, terungkap bahwa dari 68 remaja yang diperiksa, 29 orang mengalami anemia, dan dari 13–14 ibu hamil, 11 terindikasi Kekurangan Energi Kronis (KEK).

“Ini harus jadi warning bagi kita semua. Kondisi ini sangat rawan mengarah ke stunting jika tidak diawasi dengan ketat. Maka, pengawasan dan pendampingan sebelum dan sesudah kelahiran sangat diperlukan,” tegas Taj Yasin saat memberi keterangan usai acara, Rabu (30/7).

Menurutnya, penanganan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan jauh sebelum kelahiran, dengan memberikan perhatian terhadap remaja putri dan ibu hamil. Ia menegaskan perlunya pendampingan khusus untuk remaja dalam hal asupan gizi dan kesehatan.

“Kita dorong agar remaja putri mendapat perhatian lebih terhadap gizi dan kesehatannya, karena mereka adalah calon ibu masa depan,” ujarnya.

Selain layanan kesehatan, warga juga dibekali edukasi gizi berbasis pangan lokal. Taj Yasin menyoroti pentingnya keanekaragaman pangan dan pemanfaatan ternak sebagai sumber protein keluarga.

“Ayam petelur yang kami bagikan bukan untuk dijual, tapi untuk dikonsumsi agar kebutuhan protein keluarga terpenuhi. Kesehatan keluarga harus jadi prioritas, bukan sekadar seremoni tanam pohon,” imbuhnya.

Ketua TP PKK Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, menegaskan bahwa seluruh kasus KEK dan anemia akan segera ditindaklanjuti melalui Posyandu dan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan bidan desa dan dinas kesehatan.

“Kami tidak berhenti di pendataan. Ini langsung kami tindak lanjuti agar ada intervensi cepat,” jelasnya.

Program Speling sendiri menjadi bagian integral dari Gerakan Rabu Pon, sebuah inisiatif lintas sektor yang menggabungkan aspek gizi keluarga, ketahanan pangan, serta mitigasi bencana. Kegiatan ini juga diikuti oleh 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah secara daring.

Melalui gerakan ini, Pemprov Jateng berharap bisa menekan angka stunting dan memperkuat ketahanan keluarga, terutama di daerah yang rentan terhadap masalah gizi seperti Brebes.