SOLO, MettaNEWS — Metta Solo FM merayakan ulang tahunnya yang ke-22 dengan penuh rasa syukur dan semangat untuk terus tumbuh di tengah tantangan yang dihadapi industri media saat ini. Mengusung tema “G2owing St2onger”, peringatan HUT kali ini menjadi refleksi perjalanan panjang sekaligus motivasi untuk tetap relevan dan inspiratif bagi para pendengarnya, Metta Famz.
Sebagai wujud syukur pada ulang tahun ini, Komisaris Utama Metta Solo FM, Sumartono Hadinoto memotong tumpeng yang diberikan pada General Manager Metta Solo FM Liliana Budiman untuk kemudian diberikan pada event kreatif ‘G2owing St2onger’ Adinda Bunda. Potongan tumpeng yang kedua dilakukan oleh CEO Metta Solo FM Hesti Widjanarko yang kemudian diserahkan pada penyiar termuda Riri Ciara. Usai pemotongan tumpeng dan doa bersama, staf dan penyiar saling bertukar kado untuk semakin mempererat persaudaraan dan kekompakan.
Dalam sambutannya, Sumartono menyampaikan bahwa usia 22 tahun bukanlah capaian yang biasa, apalagi di tengah kondisi dunia penyiaran yang banyak mengalami kemunduran. Menurutnya, bertahannya Metta FM hingga kini merupakan anugerah yang patut disyukuri dan dijadikan pijakan untuk terus maju.
“Menurut saya ini sesuatu yang luar biasa. Kita bisa sampai hari ini tentunya karena karunia Allah yang luar biasa. Banyak media yang terpaksa berhenti, tapi kita masih diberi kesempatan. Tapi itu bukan berarti kita boleh diam. Kita harus terus ikut ujian dan berusaha semaksimal mungkin, bahkan kalau bisa, di atas kemampuan kita,” ujar Sumartono.

Ia menekankan bahwa setiap individu di Metta FM memiliki peran penting dalam menjaga harmoni dan kekuatan tim. Seperti gamelan yang tidak bisa membentuk lagu indah tanpa kerja sama seluruh instrumen, demikian pula Metta FM yang bisa berkembang karena kontribusi seluruh tim tanpa terkecuali.
“Jangan ada yang merasa paling hebat. Semua punya peran. Bahkan gong yang tidak dipukul bisa membuat lagu bubar. Kita harus bersatu, bergerak bersama agar Metta semakin glowing dan semakin strong,” imbuhnya.
Sumartono juga mengajak seluruh tim Metta FM untuk terus berpikir kreatif dan berbeda dari yang lain. Baginya, eksistensi media bukan hanya soal bertahan, melainkan soal memberi inspirasi dan menghadirkan sesuatu yang bermakna bagi masyarakat.
“Kita harus berpikir out of the box, tampil beda, agar tetap eksis dan menjadi sumber inspirasi. Jangan cuma menghibur, tapi juga membangun, mencerahkan. Itu misi kita ke depan,” tegasnya.
Dengan semangat dan sikap pantang menyerah, Metta Solo FM berharap dapat terus menyiarkan program-program berkualitas, menjadi wadah kreatif bagi masyarakat, dan tetap menjadi media yang menginspirasi — tak hanya di Solo, tapi juga di kancah nasional.









