SOLO, MettaNEWS – Dalam rangka meningkatkan mutu dan inovasi dalam pengelolaan pendidikan dasar, SD Muhammadiyah 1 Surakarta melaksanakan studi tiru ke SD Muhammadiyah 1 Candi Labschool Umsida (SD Mica), Sidoarjo, Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta yang terdiri dari Wakil Kepala Sekolah, staf Wakasek, Koordinator Kelas 1–6, serta Koordinator Humas, dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Sri Sayekti.
Rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan SD Mica, dipimpin oleh Kepala Sekolah Pristiandi Teguh Cahya. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh diskusi produktif di ruang pertemuan sekolah, membahas berbagai topik terkait manajemen, strategi pengembangan, dan internasionalisasi sekolah.
“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus belajar. Meskipun tergolong sekolah baru, percepatan perkembangan SD Mica luar biasa,” ujar Sri Sayekti dalam sambutannya.
Ia menambahkan, SD Muhammadiyah 1 Solo yang telah berusia lebih dari 90 tahun ingin terus belajar dan berbenah agar tetap relevan dan inspiratif di tengah tantangan zaman.
Diskusi berlangsung cair dan menggugah, membahas topik seperti Manajemen Sekolah, Strategi Marketing, hingga kerja sama pendidikan menuju internasionalisasi. Salah satu hal yang mencuri perhatian adalah pendekatan unik SD Mica sebagai sekolah inklusi yang menerapkan filosofi belajar “Less is More”.
“Kami ingin menjadi sekolah percontohan nasional. Salah satu strategi kami adalah menjadi sekolah inklusi dengan konsep belajar yang fleksibel, didukung oleh sarana inovatif seperti teras belajar dan lapangan pasir laut,” terang Pristiandi.
Ia menambahkan bahwa SD Mica sebagai sekolah muda yang berdiri pada tahun 2018 ini ingin tetap menjadi inovator dalam dunia pendidikan, meskipun pendekatannya banyak ditiru sekolah lain.
Yang menarik, SD Mica juga menekankan pentingnya inklusivitas dalam pendidikan. Anak-anak berkebutuhan khusus, baik yang memiliki tantangan maupun kelebihan seperti anak gifted, diperlakukan dengan penuh penerimaan dan perhatian.
“Kami percaya bahwa semua anak, baik yang memiliki kekurangan maupun kelebihan, adalah amanah yang membawa keberkahan,” jelas Pristiandi.
Melalui kegiatan studi tiru ini, SD Muhammadiyah 1 Solo berharap dapat membawa pulang inspirasi baru dalam menyambut tahun ajaran mendatang dengan semangat dan tampilan yang lebih segar, cerah, dan berdampak.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antarsekolah Muhammadiyah dalam mendorong transformasi pendidikan berbasis inovasi, inklusi, dan keunggulan karakter, sejalan dengan visi besar pendidikan Muhammadiyah.








