YOGYAKARTA, MettaNEWS – Arus balik libur Idul Adha 2025 diprediksi mencapai puncaknya pada Minggu (8/6) dan Senin (9/6), dengan lonjakan jumlah penumpang kereta api jarak jauh dari wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta.
PT KAI mencatat, okupansi tempat duduk telah menyentuh angka 125%, melampaui kapasitas normal.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengungkapkan bahwa per Sabtu (7/6), sebanyak 125.249 tempat duduk telah terjual dari total 99.982 kursi yang disediakan.
“Lonjakan ini dipicu tingginya minat masyarakat untuk kembali ke kota tujuan setelah libur panjang,” ujar Feni.
Beberapa kereta dengan okupansi tertinggi antara lain KA Sri Tanjung mencapai 534%, KA Bengawan 479%, dan KA Joglosemarkerto hingga 202%.
Fenomena ini terjadi karena sistem tiket KAI memungkinkan pemesanan untuk rute sebagian (parsial), sehingga satu tempat duduk bisa digunakan oleh beberapa penumpang dalam rute berbeda.
Volume kedatangan penumpang ke wilayah Daop 6 sempat mencapai puncaknya pada Kamis (5/6) sebanyak 25.784 orang, dan mulai melandai pada Sabtu (7/6) menjadi 13.454 penumpang. Sebaliknya, keberangkatan diprediksi melonjak mulai Minggu (8/6) dengan 19.135 penumpang, dan Senin (9/6) mencapai 19.958 penumpang.
Feni mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan matang dan segera memesan tiket melalui kanal resmi seperti Access by KAI dan situs kai.id.
“Permintaan masih terus bergerak, jadi penting untuk memesan tiket lebih awal agar tidak kehabisan,” katanya.
Selama periode long weekend Idul Adha (5–10 Juni), KAI Daop 6 mengoperasikan 31 perjalanan KA jarak jauh per hari, yang terdiri dari 25 KA reguler, 2 KA fakultatif, dan 4 KA tambahan. Seluruh layanan ini disiapkan untuk menjamin kenyamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat selama masa liburan.
Beberapa KA dengan capaian okupansi yang sangat tinggi di atas 100% adalah sebagai berikut:
1. Sri Tanjung (278) dengan okupansi 534%
2. Bengawan (281) dengan okupansi 479%
3. Joglosemarkerto (187) dengan okupansi 202%
4. Joglosemarkerto (193) dengan okupansi 190%
5. Taksaka (47) dengan okupansi 148%
6. Taksaka (45) dengan okupansi 109%
7. Jaka Tingkir (255) dengan okupansi 109%
8. Argo Lawu (13) dengan okupansi 109%
9. Progo (257) dengan okupansi 106%
10. Taksaka (43) dengan okupansi 104%








