SOLO, MettaNEWS – Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Solo Raya kembali gelar Pameran property REI Expo 3 2025. Pameran akan berlangsung pada 30 Mei-8 Juni 2025 di Atrium Solo Paragon Mall.
Pameran properti REI Expo 2025 memasang target transaksi Rp500 miliar.
Ketua REI Solo Raya, Oma Nuryanto, menyampaikan, pameran berlangsung di tengah tantangan pasar properti yang sedang lesu, namun para pengembang tetap optimistis.
“Antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. Total kami menggandeng 31 stan, karena permintaan luar biasa dari pengembang dan supplier bahan bangunan,” ujarnya.
Optimisme REI Solo Raya didukung oleh sejumlah faktor. Salah satunya adalah momen long weekend dua kali berturut-turut pada 29 Mei dan 6 Juni, yang diperkirakan akan mendongkrak kunjungan ke Solo dan pusat perbelanjaan.
“Kalau hotel di Solo penuh, otomatis pengunjung akan datang ke mall, termasuk ke pameran properti ini,” kata Oma.
Selain momentum libur panjang, REI Expo 2025 juga menawarkan berbagai promo menarik seperti diskon harga, hadiah langsung seperti kulkas dan AC, serta promo gratis biaya PPAT. Pengembang juga memanfaatkan kebijakan bebas PPN 100% yang berlaku hingga Juni 2025.
“Mulai Juli hanya 50% PPN yang ditanggung pemerintah. Jadi ini kesempatan emas bagi konsumen,” tambahnya.
Tahun lalu, REI Expo mencatat 150 unit rumah terjual dengan tingkat closing mencapai 80 persen dari target. Tahun ini, harga rumah yang ditawarkan bervariasi mulai dari Rp200 juta hingga miliaran rupiah, dengan lokasi favorit seperti Solo Baru, Kartasura, Colomadu, Palur, dan Mojosongo.
Dalam REI Expo 2025 ini, sebanyak 18 pengembang, 8 bank, dan 8 supplier bahan bangunan turut ambil bagian. Rata-rata rumah yang ditawarkan didesain satu lantai, cocok untuk keluarga muda yang baru menikah atau memiliki satu anak.
Pameran ini juga rencananya akan dibuka langsung oleh Wali Kota Solo dan dihadiri Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto.
“Kami optimis tahun ini akan jadi momentum kebangkitan pasar properti di Solo Raya,” tegas Oma.
DPD REI Solo Raya juga menekankan pentingnya membeli rumah dari pengembang yang tergabung dalam asosiasi resmi.
“Ada beberapa kasus pengembang ilegal yang tidak mengantongi izin. Konsumen sudah bayar angsuran setahun tapi belum bisa menempati rumah,” kata Antoni, perwakilan DPD REI.
Antoni menambahkan bahwa pengembang anggota REI telah melalui pelatihan dan memiliki legalitas serta perizinan yang lengkap.
“Dengan membeli rumah dari pengembang anggota REI, konsumen lebih terlindungi secara hukum dan administratif,” pungkasnya.








