BOYOLALI, MettaNEWS – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan, Kontes dan Expo Sapi di Kabupaten Boyolali menjadi penanda penting (tetenger) bahwa Jawa Tengah siap menjadi lumbung ternak nasional.
Acara ini dinilainya strategis dalam mendorong peran peternak serta meningkatkan kontribusi sektor peternakan bagi ketahanan pangan nasional.
“Boyolali hari ini jadi tetenger, saksi sejarah adanya kontes sapi. Ini akan menjadi pemicu semangat peternak untuk berkontribusi lebih besar bagi bangsa,” kata Luthfi saat membuka Kontes dan Expo Sapi Piala MPR di Pasar Hewan Terpadu Jelok, Cepogo, Minggu (18/5/2025).
Menurutnya, Jawa Tengah menyumbang hampir 19 persen produksi daging nasional, yakni sekitar 930 ribu ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen berasal dari Kabupaten Boyolali.
Selain daging, provinsi ini juga memproduksi 76 ribu ton susu dan 902 ribu ton telur tiap tahunnya.
“Even-even seperti ini harus sering digelar, karena memperkuat posisi Jateng sebagai penyumbang protein hewani nasional. Kami akan terus mendorong program strategis seperti penyediaan bibit unggul dan pelatihan teknis,” ujarnya.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang turut hadir juga mengapresiasi kontribusi Jateng dalam sektor peternakan. Ia menyebut kebutuhan daging dan susu nasional masih didominasi impor hingga 75 persen, sehingga peluang menjadi peternak sangat menjanjikan ke depan.
“Beternak itu menggembirakan dan menguntungkan. Kontes ini jadi ruang bertemu antara peternak dan pembeli hewan kurban,” ucap Muzani.
Even yang digelar oleh Asosiasi Penggemuk dan Peternak Sapi Indonesia (APPSI) ini juga dihadiri Wakil Menteri Pertanian, Bupati Boyolali, serta Muspida Jawa Tengah. Beberapa sapi unggulan bahkan dilelang dengan harga di atas Rp100 juta.







