SOLO, MettaNEWS – Ada yang menarik dari pameran kaligrafi dan lukisan Tiongkok di Wisma Perhimpunan Persaudaraan Hakka Surakarta (Perhakkas), Jalan Sungai Sebakung Nomor 10, Lojiwetan, Solo.
Pasalnya, pameran yang digelar atas kerjasama dengan Confucius Institute (Pusat Bahasa Mandarin) Universitas Sebelas Maret (UNS) ini mengajak pengunjung belajar membuat shufa (kaligrafi Tiongkok).
Pengunjung lebih dulu disajikan live painting shufa oleh para master untuk kemudian diberi kesempatan untuk menjajal menggoreskan tinta di atas kertas panjang menggunakan kuas. Pengalaman ini tentunya menarik untuk dicoba bukan?.
Untuk yang tertarik belajar shufa, Perhakkas membuka kelas belajar setiap hari Kamis.
“Setiap Kamis kita membuka pembelajaran dan ini gratis. Untuk masyarakat dewasa silakan datang untuk belajar bagaimana shufa itu,” ujar Rudy Harjanto, Wakil Sekretaris Perhakkas.
Rupanya kelas belajar shufa ini telah lama diadakan Perhakkas sejak 1935. Bahkan tak sedikit dari mereka yang belajar shufa di Perhakkas mencetak prestasi gemilang.
“Setelah Perhakkas berdiri, dua tahun setelahnya kita mulai pembelajaran shufa. Banyak murid saya yang memperoleh juara. Banyak murid sayang yang memperoleh juara. Shufa ini memang susah, ya cara yang tercepat untuk mengusai adalah sabar. Baik yang sudah berkecimpung maupun belum, kita merasakan bagaimana tinta itu digores di kertas,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Perhakkas, Jerry Suwanto mengatakan, pameran kali ini menampilkan karya-karya dari berbagai master shufa. Menurutnya melalui karya seni shufa ini sebuah karya akan menjadi satu bahasa seni yang universal.
“Di sini banyak karya-karya yang ditampilkan bukan hanya dari murid-murid mahasiswa UNS tapi juga dari SMA Bina Widya. Juga dari para master dari Solo, Klaten, luar kota seperti Semarang, Jakarta, Malang, bahkan luar negeri, Singapura. Beberapa karya tentunya dari para master,” kata dia.
Utomo Kusmanto, Wakil Ketua Perhakkas berharap pameran ini dapat memperkenalkan kaligrafi China secara lebih umum. Menurutnya pameran ini dapat menjadi salah satu wadah di mana para pelaku shufa bisa mendapatkan satu tempat untuk mengekspresikan diri selama pameran dan bisa diikuti oleh banyak orang.
“Tentunya agar karya ini bisa dikenal masyarakat luas dan menarik perhatian generasi-generasi muda, seperti kaitannya dengan PMS bisa mendidik kaum muda sekarang. Jadi di sini kita ingin ada minat di kaligrafi tersebut sehingga dengan adanya budaya Tionghoa ini bisa tetap terjaga. Jadi kita ingin anak-anak kedepan ada minat di bahasa Mandarin, kemudian turut melestarikan seni budaya salah satunya kaligrafi,” jelasnya.
Salah satu tamu undangan yang hadir yakni Ketua Bidang Humas dan Teknologi Informasi Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Liliek Setiawan menilai kegiatan pameran kaligrafi ini merupakan satu kesempatan yang sangat bagus untuk semua orang mengambil bagian. Baik sebagai peserta maupun penikmat.
“Di dalam kegiatan ini kita bisa melihat bahwa ke depan seni kaligrafi Tiongkok semakin menggelobal dan menjadi universal, kondisi dari pada peradaban itu sudah mulai terjadi mulai dari Barat ke Timur. Ini merupakan satu benefit bagi kita sebagai bangsa Indonesia yang berada di Timur sehingga posisi kita ini dapat lebih mudah untuk mempelajari bahasa ataupun seni Tiongkok ini sehingga akan membekali kita di persaingan global di masa depan,” ucapnya.
Pameran kaligrafi dan lukisan Tiongkok Perhakkas mewadahi mahasiswa untuk menunjukkan karya seninya. Tabitha Christabel Wahyudhy, salah satu mahasiswa jurusan Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok UNS menjadi salah satu yang memasang karya kaligrafinya di pameran ini.
“Adanya acara ini menurut ku sendiri membantu mahasiswa untuk menjembatani mereka dalam menyalurkan bakat-bakatnya. Ini saya juga memasang karya saya meskipun belum terlalu bagus, tapi dengan adanya acara ini menurut saya bisa membantu mahasiswa untuk lebih mengenal kebudayaan Tiongkok,” kata mahasiwa yang akrab disapa Abel itu.
Dirinya berharap, acara ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Sebab melalui acara ini dapat menjembatani mahasiswa untuk melestarikan budaya Indonesia dan budaya Tiongkok.
Pameran kaligrafi dan lukisan Tiongkok Perhakkas dibuka untuk umum pada Jumat dan Sabtu, 16-17 Mei 2025 pukul 09.00-20.00 WIB.







