YOGYAKARTA, MettaNEWS — Dua layanan kereta lokal andalan di wilayah Daop 6, yakni KA Bandara Adi Soemarmo (BIAS) dan KA Batara Kresna, mencatat lonjakan penumpang yang signifikan selama libur panjang Waisak 2025. Peningkatan ini menegaskan peran vital kereta api lokal dalam mendukung konektivitas dan sektor pariwisata regional.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyebutkan bahwa volume penumpang KA BIAS mencapai 17.428 selama periode Jumat (9/5) hingga Selasa (13/5). Angka ini naik 32% dibandingkan periode pekan sebelumnya, yang mencatat 13.167 penumpang.
“KA BIAS telah menjadi moda andalan masyarakat, tak hanya untuk keperluan perjalanan udara, tetapi juga sebagai solusi mobilitas yang efisien dan terjangkau di Solo Raya,” kata Feni, Rabu (14/5). Feni menambahkan, tingginya permintaan saat libur panjang menunjukkan pentingnya layanan terintegrasi antarmoda dari pusat kota ke bandara.
Adapun stasiun dengan volume penumpang tertinggi pada KA BIAS yaitu Stasiun Solo Balapan (9.654 penumpang), diikuti Solo Jebres (3.017), Adi Soemarmo (2.580), Sragen (1.933), dan Kadipiro (244).
Sementara itu, KA Batara Kresna yang melayani relasi Purwosari–Wonogiri juga mengalami peningkatan penumpang sebesar 13,5%, dari 5.378 menjadi 6.106 orang selama periode yang sama. Kereta ini banyak dimanfaatkan masyarakat lokal dan wisatawan yang ingin menikmati pengalaman perjalanan menyusuri kawasan heritage Kota Solo.
“Jalur unik KA Batara Kresna yang melintasi jalan raya dan kawasan budaya menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan domestik,” tambah Feni.
KAI Daop 6 menilai, perubahan pola mobilitas selama libur Waisak menunjukkan bahwa masyarakat semakin memilih moda transportasi jarak pendek untuk mengeksplorasi wilayah penyangga wisata. Layanan KA lokal kini tak hanya menjadi sarana transportasi, tapi juga penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata lokal.
“Kereta lokal kini menjadi jembatan konektivitas antardaerah dan akses menuju destinasi unggulan. Ini bagian dari komitmen KAI mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Feni.
Sebagai langkah lanjutan, KAI Daop 6 akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan kereta lokal, mulai dari efisiensi waktu tempuh, peningkatan fasilitas, hingga kerja sama strategis dengan berbagai pihak terkait.








