SOLO, MettaNEWS – Hampir dua ribu penari berpartisipasi dalam Solo Menari 2025, peringatan Hari Tari Sedunia di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (29/4/2025).
Panggung Solo Menari terbagi menjadi lima lokasi yakni ISI Surakarta dengan suguhan menari 24 jam mulai pukul 06.00 WIB, pertunjukkan tari 60 grup di Balai Kota Solo pukul 10.00 WIB – 12.00 WIB, tari massal di Ngarsapura pukul 16.00 WIB – 17.00 WIB, Taman Balekambang dengan suguhan Jelajah Daun pukul 06.00 WIB – 09.00 WIB, dan Pasar Gede.
Gebyar acara dimeriahkan dengan menari 24 jam, tari massal, sarasehan, pemutaran film, dan pasar festival craft and fashion kuliner.
Pada tahun ini, peringatan Hari Tari Seduniabmengambil tema “Daun Menari”. Eksplorasi pada daun-daun menjadi aspek penting dalam koreografi Hari Tari Sedunia ini.
Direktur Progran Solo Menari 2025, Heru Mataya menyebut daun adalah upaya untuk melestarikan alam. Melalui pentas tari dari berbagasi usia ini diharapkan mampu menumbuhka cinta dan keinginan merawat alam.
“Kita harapkan Solo Menari ini menjadi satu momentum masyarakat Solo dan Indonesia mencintai tari menjadi satu gerakan kebudayaan juga membuka cakrawala dalam menghayati daun lewat tari,” ujarnya.
Solo Menari 2025 masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Gebyar Solo Menari menarik perhatian masyarakat, salah satunya yang digelar di Pendapi Balai Kota Solo.
“Event yang bagus, anak saya sampai tertarik buat ikut sanggar tari buat tampil juga kalau ada event lagi. Bagus eventnya, semoga terus lanjut,” ujar Rima, salah satu warga Jebres.







