KARANGANYAR, MettaNEWS – Persatuan Masyarakat Batak Soloraya (PMBS) melangsungkan musyawarah besar (Mubes) pemilihan kepengurusan periode 2022-2026 yang baru, Minggu (13/03). Bertempat di Wisma El Betel, Karanganyar pada acara tersebut mengusung tema Bersama, Bersatu, Berbuat untuk memilih ketua umum dan ketua bidang.
PMBS merupakan suatu perkumpulan masyarakat yang berasal dari Batak dengan berbagai marga yang dibawa. Berdiri sejak Januari 2014 lalu, perkumpulan ini dibentuk untuk mempererat hubungan antar warga Batak yang berada di Solo. Berdiri secara independen sejak 2014,sebelumnya PMBS mempunyai keanggotaan sebanyak 373 kartu keluarga (KK) dari seluruh wilayah di Solo. Setiap kepengurusan tersebut, pengurus hanya dapat menjabat selama 2 periode.
Suburian, ketua umum periode 2022-2026 terpilih menyebut, warga Batak ditiap kota di Karisidenan mempunyai perkumpulan marganya masing-masing. Perkumpulan marga tersebut akhirnya dijadikan satu wadah dalam PMBS.
Perwujudan visi yang dilakukan melalui penggalangan keanggotan. Meskipun berat, ia menuturkan akan terus berupaya untuk mencoba mewujudkan pemberdayaan melalui niat yang baik serta komitmen. PMBS memiliki misi meningkatkan komunikasi, koordinasi, kekerabatan dan solidaritas antar anggota. Kedepannya ia akan meningkatkan survival keanggotaan.
“Bidang-bidang tersebut di kepengurusan yang lalu memang sudah ada, namun belum diberdayakan karena terkendala pandemi. Jadi dua tahun ini vakum. Setelah berganti kepengurusan nanti saat situasi normal akan digerakkan kembali rencana kedepannya,” tutur Siburian melalui sambungan telefon, Selasa (15/03/2022).
Menitikberatkan pada pengenalan budaya Sumatera Utara seperti dalam hal makanan, pihaknya menyebut akan mengadakan kegiatan yang direncanakan digelar di Balekambang. Dengan memberikan manfaat kepada masyarakat seperti bidang olahraga seperti membuat acara jalan bersama di car free day (CFD) dengan pentas lagu Batak dan tari tor-tor.
Dengan kepengurusan yang baru, ia berharap untuk kedepannya akan memberikan warna yang berbeda dari kepengurusan sebelumnya. Ia merencanakan membuat acara yang dikemas secara komprehensif yakni berkaitan dengan bidang sosial, budaya, kewanitaan dan bidang olahraga. Dengan setiap bidang yang dipimpin masing-masing ketua.
“Saya berencana untuk mengunjungi perkumpulan marga Batak yang ada di Solo. Untuk bisa berjalan harus kita berdayakan. Karena anggotanya kan dari mereka juga. Maka akan saya rangkul. Karena dari 373 tadi terjadi degradasi yang cukup tajam. Sekarang tinggal 100 anggota,” ucapnya.
Melalui acara tersebut, pihaknya berharap kepada seluruh masyarakat Batak untuk mendukung PMBS. Sementara itu, ketua bidang yang terpilih dimaksimalkan membuat program disetiap bagian untuk direalisasikan. Siburian menyebut dalam kepengurusan masih kurang sentuhan sosial dalam hal peningkatan komunikasi yang terjalin dimasyarakat.
Untuk mempertahankan eksistensi PMBS, Siburian menyebut perlu memogramkan keanggotaan dengan mengaktifkan kembali melalui kegiatan. Agar perkumpulan ini dapat berguna dan bersinergi dengan masyarakat Kota Solo.









