SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 9 bisnis rintisan mendapatkan Letter of Intent kerja sama dari investor dalam Demo Day Startup Semesta (Sebelas Maret Startup Academy) X Kemenkop yang berlangsung di Hotel Grand HAP Solo, Selasa (24/9/2024).
Asisten Deputi Kemenkop UKM RI Christina Agustin A. Pi, M.M membuka kegiatan yang menghubungkan antara pelaku startup dengan investor ini.
“Demo Day ini adalah puncak dari proses rangkaian inkubasi. Yang sebelumnya diawali dengan open call seleksi tenant, bootcamp, coaching clinik yang berujung dengan pitching di hadapan semua pihak baik itu para juri, reviewer, calon investor, kementerian. Yang nantinya dapat mendukung program startup berkelanjutan. Tahapan awal ada 100 startup yang melalui penjaringan hingga menjadi 20 startup yang ikut dalam Demo Day hari ini,” terang Christina.
Christina mengatakan saat ini posisi Indonesia adalah rangking enam dunia jumlah startup terbanyak, dan nomor satu di Asia Tenggara.
“Saat ini ada sekitar 2617 startup di Indonesia dan yang menjadi binaan atau difasilitasi oleh Kemenkop ada 555 dari tahun 2021-2024. Melebihi target dari Pemerintah dimana tahun ini kami targetnya membina 500 startup,” tutur Christina.
Terkait keberlanjutan, Christina menyampaikan Kemenkop memiliki networking atau jejaring dengan beberapa negara.
“Untuk itu kami akan terus mengkolaborasikan semua startup yang terhubung dalam rangka untuk mengembangkan kualitas produk dan ide-ide inovatif,” jelasnya.
Koordinator Inkubasi dan Startup UNS Inovation, Bayu Sangka menambahkan, Demo Day Startup ini menjadi sebuah kesempatan luar biasa bagi perintis usaha inovatif.
“Istilahnya kami ini menjahit. Menjaring para pelaku startup dan mempertemukan dengan investornya. Jaringan kerja sama ini kami harap akan membuat impact yang bagus untuk pengembangan ekosistem startup di Indonesia,” tandas Bayu.
Bayu memaparkan investor yang hadir antara lain Pertamina, BNI Venture, Hipmi, KNPI juga dari Kemenkop Kota Surakarta.
Sementara untuk Startup yang mengikuti pitching ini dari beberapa lini ide. Seperti teknologi, pertanian moderen, green bussiness, dan ide lainnya.
“Kadang ide kewirausahaan itu hanya berupa ide karena nggak nemu atau belum nemu fasilitator mentor code, pembimbing yang pas. Nah jadi ini fungsinya Kementerian adalah menyediakan, msmfasilitasi yang kebutuhan pelaku startup ini. Inkubator itu ibaratnya memberikan apapun yang diinginkan yang diperlukan oleh para startup,” bebernya.
Khusus untuk UNS sendiri, lanjut Bayu telah melahirkan banyak startup yang terus berkiprah.
“Beberapa diantaranya adalah Polimikro energi baru terbarukan dari baterai litium dan turunannya. Startup Enerma, Startup Lingkup (konsultan digital marketing). Garasi Juang yang menyewakan gerobag untuk PKL, SIAB (siaga air bersih) juga Provita (penjernih air). Dan masih banyak lagi yang lainnya,” ungkap Bayu.








