SOLO, MettaNEWS – Acara rutin tahunan Gebyar Gandekan berlangsung meriah. Sebagai kelurahan yang mendapatkan predikat Kampung Pancasila, Gebyar Gandekan tahun ini lebih istimewa. Karena semua panitianya dari kalangan anak muda.
Sebagai ketua panitia Gebyar Gandeman Anton, dibantu oleh Danang, Mbambeng dan seluruh panitia bahu membahu menyelenggarakan acara tahunan ini.
“Mewakili teman-teman saya ucapkan terima kasih, kami anak-anak muda Gandekan di percaya jadi panitia. Kami akan berikan yang terbaik dan maksimal demi masarakat Gandekan,” kata Anton.
Kegiatan Gebyar Bhinneka Gandekan berlangsung sejak sepekan kemarin. Dengan panggung hiburan yang menampilkan kreatifitas warga Gandekan. Juga dibarengi dengan bazar yang menghadirkan potensi warga Gandekan dan sekitarnya. Banyaknya stan PKL menunjukan warga Gandekan punya potensi UMKM beraneka warna. Salaj satunya adalah stan ayam goreng khas Gandekan.
Sementara pada Jumat (30/5/2024) malam ada acara tradisi UmbuL Mantran dan Panggung Ketoprak yang di mainkan seniman-seniman Gandekan.
Sedangkan pada hari Sabtu (1/6/2024) akan digelar Kirab Budaya.
“Ada sembilan Reog untuk memperingati kirab Gandekan yang ke-9. Selain Reog Handoko Kurdo, setiap RW mengirimkan minimal 30 peserta Kirab Budaya ditambah dari sekolah-sekolah yang ada di Gandekan,” jelas Anton.
5 sekolah yang ikut berpartisipasi dalam Kirab Budaya adalah SD Widya Wacana,
SD Negeri Gandekan, TK Aisyiah, PAUD Garuda, PAUD Bintang Pratama, PAUD Flamboyan 8. Masing-masing sekolah mengirimkan 30 anak murid sehingga toral ada 150 anak sekolah ikut meramaikan kirab.
“Panitia berharap masyarakat bisa antusias menyaksikan kirab dan melihat kreatifitas anak anak muda warga Gandekan,” tutur Anton.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surakarta yang juga seorang warga Gandekan, YF Sukasno sangat mengapresiasi kegiatan Gebyar Gandekan Kampung Pancasila.
“Saya sangat mendukung kegiatan warga Gandekan. Rangkaian kegiatan Gebyar Gandekan sangat bagus untuk mengasah kreativitas anak muda. Mereka yang mau peduli dan nyengkuyung terhadap kegiatan kampungnya,” pungkas Kasno.







