Ancang-ancang Pilkada, PAN Solo Mulai Cermati Potensi Calon Wali Kota

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Solo partai-partai politik mulai ancang-ancang memanasi mesin politiknya.

Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Solo juga mulai pemetaan mencermati calon-calon potensial. Yang akan PAN dukung menjadi wali kota Solo.

Ketua DPD PAN Kota Solo Achmad Sapari, menjelaskan, PAN tengah melihat dan memperhitungkan peluang juga kemungkinan yang mereka miliki.

“Saat ini kita baru menimang-nimang siapa calon yang potensi. Jadi kalau kita mencari calon yang besok pasti jadi bukan hanya calon-calonan saja,” tegasnya pada awak media, Senin (1/4/2024).

Sapari menuturkan, DPD PAN Kota Solo juga masih menunggu arahan dari DPP PAN. Sebab untuk mengusung calon wali kota PAN harus berkoalisi dengan partai lain.

”Kalau kita juga realistis, PAN hanya punya 3 kursi. Kita juga menunggu arahan dari DPP. Kalau instruksi dari DPP kan mesti mentes (matang),” tegasnya.

Hasil dari pemilihan legislatif kemarin, lanjut Sapari partai yang memiliki tiga kursi di Solo yakni PAN dan Golkar. Sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh dua kursi. Partai lainnya yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapatkan tujuh kursi dan Gerindra dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memperoleh lima kursi.

”Kita tunggu perkembangan, masih jauh juga. Yang jelas PAN dan Golkar 3 kursi di dewan, PKB dapat 2 kursi. Ya kalau misal koalisi nanti bisa dengan Golkar dan PKB,” bebernya.

Meskipun begitu, Sapari menyebut PAN tidak menutup pintu dan membuka koalisi dengan partai lainnya.

Sedangkan untuk calon wali kota yang berpotensi, Sapari melihat sosok di luar partainya.

“Kalau pandangan saya neh, Gusti Mangkunegara X itu berpotensi. Tapi partai juga tidak kalah berpengaruh. Nanti kalau banyak partai yang mengusung Gusti Bhre ya otomatis tidak bisa mengarahkan konstituen kita yang milih,” tegasnya.

Nama Mangkunegara X cukup santer beredar sebagai tokoh yang akan diusung oleh Gerindra dan PSI sebagai calon wali kota Solo.

Terkait koalisi dengan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju, Sapari mengatakan PAN masih menimbang lebih jauh. Termasuk menjalin komunikasi dengan PDIP.

“Masih jauh ya. Kita masih melihat-lihat partainya. Kalah memang tidak ada kecocokan kita akan mengusung sendiri,” tekannya.

Sapari menuturkan, DPD PAN Kota Solo masih menunggu perintah dari DPP. Dan jika akan memgusung mandiri, Sapari sebut muncul 2 nama yang sudah mendapat restu dari Muhammadiyah Solo.

”Kalau dari PAN atau Muhammadiyah ya saya (calon yang diajukan). Kemarin Ketua PDM (Pengurus Daerah Muhammadiyah Solo Anwar Sholeh) sudah mengatakan pada saya untuk suruh maju. Tapi ya saya lihat potensi dulu,” ujarnya.

Sapari mengaku hingga saat ini masih intens berkomunikasi dengan beberapa pihak.

“Banyak (partai) yang ngajak ngobrol tapi kan masalahnya ini masih simpang siur (waktu Pilkada). Katanya Oktober tapi katanya mundur,” pungkasnya.