Membanggakan, Siswi SMA Warga Surakarta Raih Medali Emas Olimpiade Kedokteran Nasional

oleh
siswi sma Warga
Laras Chandra Gumelar berhasil menyabet medali emas di ajang Olimpiade Kedokteran Nasional | dok SMA Warga

SOLO, Metta NEWS – Prestasi membanggakan diraih oleh siswi SMA Warga Surakarta. Tidak main-main, Laras Chandra Gumelar berhasil menyabet medali emas di ajang Olimpiade Kedokteran Nasional. Siswi kelas X ini mengalahkan 200 peserta dari berbagai sekolah menengah atas se-Indonesia pada 20 Januari lalu. 

Kepala SMA Warga Surakarta, Purwoto M. Pd mengungkapkan kompetisi ini berbeda dengan Kompetisi Sains Nasional (KSN). Olimpiade ini merupakan kompetisi yang tidak berjenjang. Dilaksanakan secara virtual, Purwoto mengaku pihaknya melakukan persiapan dalam waktu yang singkat.

“Kami fasilitasi semua anak yang mengikuti kompetisi mulai dari persiapan, pembimbingan dan pemantauan. Kami memotivasi anak-anak yang berprestasi di masa pandemi. Ada berbagai mata pelajaran seperti biologi, fisika dan bahasa inggris, kita sediakan pembimbing,” papar Purwoto saat ditemui di SMA Warga, Kamis (24/02/2022). 

Purwoto menyebut sebanyak 10 siswa SMA Warga mengikuti kompetisi nasional tersebut. Dari sepuluh siswa yang mewakili SMA Warga ini,  4 siswa meraih medali emas dan 6 lainnya mendapatkan medali perunggu. 

“Laras menjadi penyumbang medali emas untuk sekolah, banyak prestasi yang Laras ukir. Setelah sebelumnya ia berhasil memperoleh medali perunggu  pada ajang International Science Olympic Biologi di waktu yang sama,” terang Purwoto.

Persiapan menjelang kompetisi dilakukan dengan belajar dari silabus materi dan memahami kisi-kisi panitia. Selain itu, mekanisme penilaian yang ada menjadi hal yang perlu diperhatikan. Meskipun sempat alami kendala jaringan, Laras mampu menyelesaikan soal tepat waktu. 

Berbeda dengan kompetisi sejenis, Purwoto menyebut kompetisi ini tidak melalui penyusunan proposal, penelitian dan presentasi yang membutuhkan pembimbingan dengan waktu yang lebih lama. Dengan sistem langsung mengerjakan soal, pihak sekolah terus berikan pendampingan dan motivasi. 

Selama masa pandemi, pihaknya selalu memonitoring secara intens agar siswanya meningkatkan pembelajaran. Diberlakukannya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), pihaknya mengaku lebih ekstra dalam monitoring siswa. 

“Terlebih di tahun ini ya, kita ada tahun berprestasi bagi tenaga pendidik sampai peserta pendidik. Kita motivasi.Yang tidak kalah penting kita selalu minta izin pada orang tua apabila anak akan mengikuti kompetisi. Syukur kalau bisa masuk sebagai juara,” ucap Purwoto.

Purwoto berharap siswa SMA Warga bisa memperbesar peluang prestasi di masa pandemi. Pelaksanaan kompetisi virtual yang lebih efisien bisa diikuti kapan saja. Semakin banyak anak yang berprestasi dapat tingkatkan motivasi dan menjadi inspirasi bagi peserta didik lain. Hal ini juga dapat memacu para guru untuk memberikan perhatian terhadap kemampuan dan pengembangan anak.

Parwoto mengungkapkan, sejalan dengan program SMA Warga sebagai Sekolah Penggerak,  yaitu dilaksanakannya pembelajaran dengan paradigma baru yang terdiferensiasi, yakni pembelajaran yang memperhatikan karakteristik dan pengembangan minat bakat sesuai dengan potensi anak. 

“Tidak hanya akademik, non akademik seperti ekstrakulikuler diseimbangkan dalam pengembangan prestasi,” pungkasnya.