SOLO, MettaNEWS – Mundurnya Rektor Universitas Sebelas Maret, Prof Jamal Wiwoho menumbuhkan tanda tanya dan banyak spekulasi. Sebuah sumber menyebut, Jamal mundur setelah dipanggil ke Jakarta, Selasa (16/1/2024) lalu.
“Selasa kemarin, Prof Jamal beserta empat wakil rektor diundang ke kantor Dikti di Jakarta. Agendanya untuk sosialisasi peraturan baru terkait Majelis Wali Amanat,” ujar sumber MettaNews yang tidak berani dikutip namanya.
Seharusnya, para petinggi UNS itu menginap. Namun, Selasa sore itu mereka langsung kembali ke Solo.
“Karena, ternyata tidak ada sosialisasi. Hanya ada agenda tunggal yang tidak berkaitan sama sekali dengan sosialisasi apa pun. Itulah yang kemudian membuat Prof Jamal terpaksa mengambil keputusan mundur,” jelasnya.
Baca Juga: Rektor UNS Jamal Wiwoho Mengundurkan Diri
Proses itu berlangsung cepat. Saat Kamis pagi, sejumlah pejabat UNS menolak berkomentar mengenai kabar dari Jakarta. Siangnya, baru ada pengumunan dari Jamal soal pengunduran dirinya.
Dalam surat tersebut, Jamal menyebut alasan pengunduran diri adalah untuk menjaga netralitas pemilihan rektor yang akan berlangsung beberapa pekan mendatang.
“Untuk menghindari pandangan dan kekhawatiran bahwa saya memiliki kepentingan pribadi berkaitan dengan pemilihan anggota MWA dan pemilihan Rektor, saya memilih sikap tidak berperan lebih lanjut dalam penataan kelembagaan di UNS,” tulis Jamal di suratnya.
Baca Juga: Rektor UNS Diperiksa Kejaksaan Tinggi Semarang Terkait Dugaan Korupsi
“Prosesnya memang cepat. Kamis kemarin, Ibu Chatarina, Irjen Kemendikbud yang akan mengisi jabatan Plt Rektor, sudah ada di Solo,” terang sumber tersebut.
Jamal Wiwoho, menjabat Rektor UNS selama dua periode, ditambah setahun sebagai Plt Rektor, setelah Menteri Pendidikan membatalkan hasil pemilihan Rektor. Masa jabatan itu, berakhir beberapa pekan lagi, bahkan saat ini proses pemilihan rektor baru telah masuk tahap penyusunan Majelis Wali Amanat.








