Wali Kota rasa Presiden, Tingkat Kepercayaan Masyarakat ke Gibran Hasilnya Mengejutkan 

oleh
oleh
Unisri
Pemaparan hasil survei Unisri Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap kepemimpinan Wali Kota Gibran | Metta News / Puspita

SOLO, Metta NEWS – Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Wali Kota Gibran untuk memajukan Kota Solo kedepan sangat tinggi. Dari hasil survei Indek Kepuasan Masyarakat (IKM)  jelang 1 tahun pemerintahan Gibran Rakabuming sebagai Wali Kota Solo, sebanyak 98% responden memilih percaya, sangat percaya 8% dan hanya 2 % responden yang tidak percaya. 

Survei Indek Kepuasan Masyarakat satu tahun pemerintahan Gibran – Teguh yang dilakukan oleh Program Studi S2 Magister Administrasi Publik Universitas Slamet Riyadi Surakarta ini 

merujuk pada rata-rata skor (nilai) yang diberikan masyarakat satu tahun pemerintahan Wali Kota Gibran adalah 79,3% (tujuh puluh sembilan koma tiga). 

Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik (MAP) Unisri Dr. Drs. Suwardi , M.Si menjelaskan Tingginya apresiasi positif atas capaian kinerja ini lebih disebabkan karena wali kota dipersepsikan merakyat, tegas terhadap aparat birokrasi, lebih bijaksana dalam menghadapi permasalahan di masyarakat. 

“Banyak pandangan yang kemudian mengatakan mas Gibran ini walikota rasa presiden.Tingkat kepercayaan masyarakat Solo terhadap wali kota Gibran untuk memajukan Solo ke depan sangat tinggi. Dari survei ini 98% masyarakat kota Solo itu percaya,” tandas Suwardi. 

Suwardi menjelaskan pandangan tersebut justru baik untuk masyarakat Solo, karena dengan kondisi tersebut banyak sekali proyek-proyek program dari pemerintah pusat yang kemudian sasarannya di Solo. 

“Mulai dari penataan kawasan dan pembangunan lainnya memberikan harapan. Banyak tokoh-tokoh politik di Pemerintahan, dari pusat yang kemudian dengan senang hati dan sukarela datang ke Solo dan itu berkah bagi masyarakat Solo,” ungkap Suwardi. 

Survei yang menyasar pada 550 responden ini terdistribusi cukup merata dari gender, usia, sosial ekonomi, tingkat pendidikan dan pekerjaan. 

Mayoritas masyarakat sebanyak 65.8% menilai Wali Kota Gibran bersikap tegas ketika menghadapi aparat pemkot yang bermasalah. Selebihnya sebanyak 19.1% dikesankan sebagai sikap bijaksana dan 10% nya dikesankan sebagai sikap transparan. 

“Kata tegas disini bisa dimaknai ‘Galak’ oleh mereka yang bermasalah,” ujar Suwardi. 

Hasil berbeda didapatkan pada ketegasan sikap Wali Kota ketika menghadapi masalah di masyarakat. Suwardi menjelaskan masyarakat melihat Gibran dominan tegas (46.5%) namun juga bijaksana (37.6%) dan sisanya menganggap sikap fair (12.2%). 

“Keberpihakan wali kota Gibran pada masyarakat bawah juga diapresiasi positif oleh masyarakat. Hampir 95% responden menyebut Gibran berpihak pada masyarakat strata bawah,” tambah Gibran. 

Tidak hanya dianggap berpihak pada masyarakat, Suwardi mengungkapkan, Gibran juga dianggap sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat atau merakyat. 

Suwardi menambahkan latar belakang dilakukannya penelitian atau survei ini didorong oleh misi Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. 

“Sebagai salah satu Program Studi Strata (2) Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Slamet Riyadi Surakarta ingin berkontribusi ke pemerintahan dan pembangunan Kota Surakarta,” pungkas Suwardi.