SOLO, MettaNEWS – Kesatria Bengawan Solo (KBS) siap mengarungi kompetisi bola basket di Kota Bengawan.
Pada hari grand launching-nya, klub basket profesional besutan Yakup Hasibuan ini memperkenalkan 16 roster ke hadapan publik di GOR Sritex Arena Solo, Senin (18/12/2023) malam.
16 roster ini ialah 3 pemain lokal Solo Tifan Pradita, Bryan Max dan Samuel Devin. 3 pemain asing Taylor Johns, Jason Copman dan Kentrell Barkley.
Disusul pemain unggulan lainnya yakni Andre Rorimpandey, Kevin Moses, Hengki Ifandi, Nuke Tri Saputra, Ferdian Dwi, Andre Adrianno, Esha Lapian, Ruslan, Bagus Dwi Cahyono, Kanton Adjie.
Presiden Kesatria Bengawan Solo, Yakup Hasibuan melihat banyak potensi yang ada di Kota Solo.
“Ya tentunya alasan kami pertama datang ke sini juga karena kami melihat potensinya sangat besar. Banyak sekali muda mudi dari umur 8-16 tahun sampai kuliah pun sangat luar biasa potensinya jago-jago lebih jago dari saya yang pasti,” ujar Yakup.
Dia ingin KBS tidak hanya sekadar mampir. Suami dari Jessica Mila itu telah berkomitmen dan berjuang untuk jangka panjang klub asli Solo ini untuk mengarungi musim-musim selanjutnya.
Termasuk komitmen untuk memajukan basket di Kota Bengawan.
“Kami memang berkomitmen ingin memajukan basket di Kota Solo. Utamanya adalah pemain-pemainnya Jawa Tengah tidak hanya Solo dari Jawa Tengah pun luar biasa. Kita pun ada 5 pemain Jawa Tengah. Jadi cocok berarti visi misi dan realitanya sama,” ujar dia.
Menurutnya salah satu bagian terpenting dari memiliki klub adalah pendidikan atau pembinaan. Ia berkeinginan untuk membangun ekosistem basket khususnya di Jateng jauh lebih maju lagi. Yakup pun menaruh harapan agar meraih juaranya di Solo.
“Kita harus mulai dari muda-muda ini justru kita bekerjasama dengan klub-klub yang kecil-kecil sampai klub yang lumayan besar hingga klub-klub di fakultas-fakultas untuk membina pemain-pemain,” ujarnya.
Melihat besarnya potensi Kota Solo dengan banyaknya fanbasenya yang luar biasa, dia pun ingin memberikan sesuatu yang luar biasa pula untuk Solo.
Begitupula dalam hal memanajemen finansial KBS agar klub ini tetap sustainable.
“Karena salah satu hal yang membuat basket dengan kekuatan finansial juga tentunya kita memikirkan bagaiamana klub ini sustainable. Kita nggak mau setahun dua tahun kemudian kolaps secara finansial. Kemudian kita harus memikirkan skala besarnya seperti apa sehingga 20 30 40 tahun sampai kapanpun IBL ada insyaAllah KBS akan selalu ada,” pungkasnya.








