Penjual Tiket Palsu Piala Dunia U-17 Ditangkap, Pelakunya Orang Surabaya

oleh
Tiket
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Iwan Sektiadi (kanan), Kasubsatgas Gakkum Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir (tengah) dan Wakasatgas Pamwil Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio (kiri) menunjukkan barang bukti penjualan tiket palsu Piala Dunia U-17 di Media Center Hotel Solia Zigna Solo, Sabtu (25/11/2023) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Satgas Penegakan Hukum Pengamanan Wilayah (Pamwil) Jateng Operasi Aman Bacuya menangkap seorang laki-laki penjual tiket palsu Piala Dunia U-17 2023 berinisial MS (21).

Warga Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan Surabaya.

Wakasatgas Pamwil Jateng, Kombes Pol Dwi Subagio mengatakan MS ditangkap di Surabaya Jawa Timur oleh tim dari Jatanras Polda Jateng. MS melancarkan aksinya melalui laman media sosial Facebook.

“Modus operandinya menggunakan media Facebook untuk menawarkan kepada warga masyarakat membaca kemudian terjadilah komunikasi by WA dan disitulah terjadi transaksi,” ujar Kombes Pol Dwi saat jumpa pers di Media Center Hotel Solia Zigna Solo, Sabtu (25/11/2023).

“Korban merasa yakin bahwa yang bersangkutan adalah panitia sehingga korban tertipu dan mau melakukan lebih daripada tiket itu sendiri,” tambahnya.

Kombes Pol Dwi menyebut ada 30 orang korban yang telah membeli tiket palsu MS. Satu orang korbannya merupakan warga Solo berinisial AK.

AK sudah melakukan transaksi dengan MS dan membayar uang tiket Rp 150.000. AK kemudian mendapatkan print tiket.

Namun, ketika Ak akan masuk Stadion Manahan saat pertandingan Piala Dunia, tiket tersebut tidak ter- registrasi atau terdata di data base tiket pertandingan milik FIFA. AK pun langsung melaporkan MS ke Polresta Surakarta.

“Keuntungan dari laporan satu orang Rp 150.000 tetapi dari data di DANA sekitar Rp 3 juta dengan sekitar 30 orang korban,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan intensif, MS malakukan aksinya sendiri dan tidak terikat dengan jaringan. MS menjual tiket Rp 130.000 lebih murah dibandingkan harga tiket aslinya yakni Rp 150.000.

“Kami saat ini sedang proses pendalaman kami akan telusuri terkait dengan jaringan,” ujarnya.

Pihaknya akan mendalami kasus ini untuk mengetahui lebih lanjut apakah MS terlibat dalam sebuah jaringan besar pemalsuan tiket Piala Dunia U-17 2023.

“Saat ini masih kita dalami, sementara dia melakukan sendiri berdasar pengetahuan otodidak. Kami akan dalami terus karena kami sudah punya record dari data handphone maupun data yang lain,” pungkasnya.